Berita Jakarta

Ribuan E-KTP Ditemukan Berhamburan di Persawahan Pondok Kopi, Polisi Masih Bingung Cari Pelakunya

"Sudah 10 orang saksi diperiksa. Itu saksi yang di TKP, ada yang dari staf Dukcapil kelurahan kami lakukan pemeriksaan juga"

Ribuan E-KTP Ditemukan Berhamburan di Persawahan Pondok Kopi, Polisi Masih Bingung Cari Pelakunya
KOMPAS.com/DAVID OLIVER PURBA
Sebuah karung berisi ribuan KTP elektronik (e-KTP) ditemukan berceceran di kawasan sawah yang berada di Jalan Karya Bakti III, Kelurahan Pondok Kopi, Kecamatan Duren Sawit, Jakarta Timur. Ribuan e-KTP tersebut milik warga Kelurahan Pondok Kelapa, Kecamatan Duren Sawit, Jakart Timur, Sabtu (8/12/2018). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, JAKARTA - Kapolres Jakarta Timur Kombes Yoyon Tony Surya Putra mengatakan, hingga saat ini polisi telah memeriksa 10 orang saksi terkait penemuan ribuan KTP elektronik ( e-KTP) yang dibuang di area persawahan di Pondok Kopi, Jakarta Timur, Sabtu (8/12/2018).

"Sudah 10 orang saksi diperiksa. Itu saksi yang di TKP, ada yang dari staf Dukcapil kelurahan kami lakukan pemeriksaan juga," ujar Tony ketika dihubungi, Minggu (9/12/2018).

Ia mengatakan, hingga saat ini pihaknya masih tetus mencari pelaku dan alasan pihak yang membuang ribuan e-KTP tersebut.

"Siapa yang membuang juga masih dalam penyelidikan. E-KTP yang diamankan jumlahnya 2005 buah. 63 buah rusak sudah banyak terkelupas dan 1942 buah masa berlaku habis pada th 2016, 2017 dan 2108. Kami akan telusuri," paparnya.

Baca: Live Streaming Tabligh Akbar Ustadz Abdul Somad di Masjid Al-Karomah, Martapura, Kabupaten Banjar

Ribuan e-KTP itu ditemukan berceceran di area persawahan yang berada di Jalan Karya Bakti III, Kelurahan Pondok Kopi, Kecamatan Duren Sawit, Jakarta Timur, Sabtu.

Baca: Nunggu Pacar Dandan, Remaja Ini Diamankan Petugas Gabungan BNNK Banjarmasin

Setelah dicek, ribuan e-KTP tersebut milik warga Kelurahan Pondok Kelapa, Kecamatan Duren Sawit, Jakarta Timur.

Penemuan ribuan e-KTP tersebut berawal dari laporan warga bahwa ada anak-anak yang memainkan e-KTP di kawasan tersebut.

Tony mengatakan, pihaknya belum dapat memastikan apakah ada unsur pidana dalam kasus ini.

Berita Ini Juga Ada di KOMPAS.COM

Editor: Didik Trio
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved