Berita Nasional

TNI Bantah Ada Pengeboman Udara Saat Evakuasi Korban Pembunuhan KKSB di Nduga

Kodam XVII/Cendrawasih akhirnya angkat bicara mengenai adanya tudingan tentang serangan yang dilakukan TNI terhadap KKSB.

TNI Bantah Ada Pengeboman Udara Saat Evakuasi Korban Pembunuhan KKSB di Nduga
ANTARA FOTO/Iwan Adisaputra/aww.
Prajurit TNI bersiap menaiki helikopter menuju Nduga di Wamena, Papua, Rabu (5/12/2018). Aparat gabungan terus berusaha mengatasi Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) yang diduga telah menewaskan 31 karyawan PT Istika Karya saat melakukan pengerjaan jalur Trans Papua di Kali Yigi dan Kali Aurak Distrik Yigi, Kabupaten Nduga, Papua. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, JAYAPURA - Kodam XVII/Cendrawasih akhirnya angkat bicara mengenai adanya tudingan tentang pengeboman yang dilakukan TNI terhadap Kelompok Kriminal Seperatis Bersenjata (KKSB) di Kabupaten Nduga, Papua.

Dilansir dari Kompas.com, Kepala Penerangan Kodam XVII/Cendrawasih, Kolonel Inf. Mohammad Aidi mengungkapkan, menanggapi pemberitaan bahwa dalam proses evakuasi, pasukan TNI melakukan serangan udara dan serangan bom dan mengakibatkan sejumlah warga sipil tewas menjadi korban, itu sama sekali tak benar.

“Kami perlu tegaskan di sini bahwa TNI tidak pernah menggunakan serangan bom, TNI hanya menggunakan senjata standar pasukan infantri yaitu senapan perorangan yang dibawa oleh masing-masing prajurit. Media dan warga juga bisa melihat bahwa alutsista yang digunakan TNI hanya helly angkut jenis bell dan MI-17. Tidak ada helly serang apalagi pesawat tempur atau pesawat pengebom,” ungkapnya, Minggu (9/12/2018).

Baca: Egianus Kogeya, Pimpinan KKB Sempalan Kelly Kwalik, Bergaya Militer, Tantang TNI, Ini Rekam Jejaknya

Baca: 5 Korban Keganasan KKB di Nduga Belum Ditemukan, Kapolda Papua Berjanji Ini

Selain itu juga, lanjut Aidi, TNI hingga saat ini belum pernah melakukan serangan. Sebaliknya, pada saat TNI dan Polri melaksanakan upaya evakuasi justruKKSB yang menyerang tim evakuasi sehingga terjadi kontak tembak dan mengakibatkan satu orang anggota Brimob menderita luka tembak.

“Perlu juga kami gambarkan bahwa lokasi pembantaian di bukit puncak Kabo adalah kawasan hutan yang terletak sekitar 4-5 km dari pinggir kampung terdekat. Jadi bila ternyata ada laporan telah jatuh korban akibat kontak tembak tersebut maka dapat dianalisa bahwa korbannya bukan warga sipil murni tapi mungkin saja mereka adalah bagian pelaku yang telah melaksanakan pembantaian,” ucap Aidi.

“Mereka mengklaim bahwa mereka telah menentukan zona tempur di kawasan Habema sampai dengan Mbua. Walaupun itu hanya klaim sepihak karena tidak pernah ada perjanjian antara TNI dan KKSB tentang zona tempur tersebut,” kata dia lagi.

Baca: Putranya Termasuk Korban Penembakan di Papua, Hanya ini Komunikasi Terakhir Rikki dan Ayahnya

Baca: Pos TNI Hancur Diserang KKB yang Didukung Sekitar 250 Orang Masyarakat

Aidi menegaskan, pernyataan tentang jatuhnya korban sipil, serangan bom dan istilah zona tempur hanyalah upaya propaganda pihak KKSB untuk berusaha menggiring opini publik.

Dia tak habis pikir dengan upaya propaganda itu setelah KKSB membunuh para pekerja secara sadis.

"Ini adalah sikap pengecut dan tidak punya harga diri, sangat hina di mata Tuhan dan di mata kita semua yang hanya berani kepada warga sipil yang tidak berdaya. Saat TNI bertindak mereka langsung koar-koar melolong bagaikan anjing kejepit minta perhatian kepada publik seolah-olah mereka para KKSB yang teraniaya,” tukas Aidi. 

(Penulis: Kontributor Jayapura, John Roy Purba/Kompas.com)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "TNI: Tak Ada Pengeboman di Nduga, Berita Itu Bohong",

Editor: Elpianur Achmad
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved