Breaking News:

Berita Banjarmasin

Entrepreneur Muda ini Kagum dengan Budaya Pasar Terapung, Begini Kesannya

PASAR TERAPUNG, atau turis kerap menyebutnya ‘floating market’ menjadi daya tarik tersendiri bagi dunia pariwisata di Kalimantan Selatan.

Penulis: Eka Dinayanti | Editor: Eka Dinayanti
istimewa
Fitriati Rangkuti kagumi kearifan lokal pada budaya pasar terapung 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - PASAR TERAPUNG, atau turis kerap menyebutnya ‘floating market’ menjadi daya tarik tersendiri bagi dunia pariwisata di Kalimantan Selatan.

Biasanya para wisatawan gemar melihat aktivitas unik berupa transaksi jual beli diatas perahu sembari berburu kuliner khas daerah.

Floating Market di Kalsel ini ada dua lokasi, di bantaran sungai Barito muara Kuin Banjarmasin, dan di Lokbaintan, Kabupaten Banjar.

Namun seiring waktu berlalu, keberadaan para pengayuh perahu atau orang Banjar mengenalnya dengan ‘jukung’ ini kian menyusut karena tergerus zaman & Kemajuan infrastruktur berupa akses jalan, jadi masyarakat lebih memilih berdagang di darat, karena dinilai lebih menjanjikan ketimbang berjualan di atas air.

Baca: Bukan Reino Barack, Syahrini Terang-Terangan Ungkapkan Cinta Untuk Sosok Pria Macho Bertato Ini

Baca: Peringatan Untuk Luna Maya Dari Mantan Istri Faisal Nasimuddin, Emilia Hanafi: Mata Tangan Lebam

Baca: Pembelaan Angel Lelga pada Fiki Alman yang Digerebek di Kamarnya, Dia Melindungi daripada Vicky

Sementara regenerasi sekarang tampak enggan meneruskan bisnis nenek moyangnya yang sudah dilakoni sejak ratusan tahun lalu itu.

Banyak pihak menilai, kondisi ini akibat kurangnya pembinaan terhadap mereka.

Entrepreneur muda Fitriati Rangkuti yang kerap disapa Fitri mengaku
terkesima dengan keberadaan pasar terapung di tengah kota.

Selain memberikan hiburan kepada warga, menurutnya, langkah ini bagus sebagai upaya pelestarian budaya.

“Keberadaannya harus dipertahankan.apalagi pasar terapung di tengah kota ini lebih semarak, karena dipadati ribuan warga. Jika dibanding dua lokasi lainnya di Kuin dan Lokbaintan," kata wanita asal Jakarta ini.

Lokasi ini, tukasnya, sedikit memberi warna, karena suasananya lebih menyesuaikan dengan zaman.

"Keberadaannya terpusat diantara kemajuan pembangunan yang pesat, seperti gedung perkantoran, pusat bisnis dan taman kota,” ungkapnya.

Ia berharap, Pasar Terapung ini bisa terus dikembangkan & dilestarikan sebagai penyelamatan budaya kearifan lokal.  (banjarmasinpost.co.id/edinayanti)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved