Berita Banjarmasin

Bea Cukai Kalsel Musnahkan Barang Bukti 1,5 Juta Tembakau dan Rokok Ilegal Hasil Sitaan 2018

Bea dan Cukai (DJBC) Kalimantan Bagian Selatan, melaksanakan pemusnahan Barang Milik Negara (BMN) hasil tembakau, Kamis (13/12/2018) siang.

Bea Cukai Kalsel Musnahkan Barang Bukti 1,5 Juta Tembakau dan Rokok Ilegal Hasil Sitaan 2018
banjarmasinpost.co.id/helriansyah
Ilustrasi - Pemusnahan barang bukti kejahatan tahun 2013 di halaman Kantor Kejaksaan Negeri Kotabaru 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Kantor Wilayah Direktorat Jendral Bea dan Cukai (DJBC) Kalimantan Bagian Selatan, melaksanakan pemusnahan Barang Milik Negara (BMN) hasil tembakau, Kamis (13/12) siang.

Acara pemusnahan dilaksanakan di Kantor Wilayah DJBC Kalimantan Bagian Selatan, Jalan Barito Hilir, Kecamatan Banjarmasin Barat, Kota Banjarmasin.

Pemusnahan itu dengan cara dibakar dengan menyediakan 5 potongan drum. Masing-masing pejabat yang diundang ikut melakukan pembakaran, dengan menyulutkan api ke dalam drum.

Barang yang dimusnahkan berupa hasil tembakau atau rokok tersebut adalah hasil operasi penindakan pada medio Januari sampai Mei 2018.

Baca: Ustadz Abdul Somad Sebut Kepemimpinan Jokowi Selama 5 Tahun Mantap, Lalu Prabowo?

Baca: Live Streaming Arsenal vs Qarabag FK via Live Streaming RCTI Liga Europa Matchday 6 Malam Ini

Baca: Risty Tagor Tiga Kali Menikah, Punya 3 Anak, Suami Ketiga Risty Seorang Ustadz?

Kabid Penindakan dan Penyidikan, Kantor Wilayah Direktorat Jendral Bea dan Cukai Kalimantan Bagian Selatan, Rahmadi Effendi Hutahaean, dalam Konferensi Pers mengatakan, kegiatan pengawasan terhadap barang Kena Cukai Hasil tembaka atau rokok ilegal yang beredar di wilayah kerja DJBC Bagian Selatan.

Ditambahkannya, adapun penindakan periode Januari sampai November 2018, yakni sebesar 18.318.080 batang rokok dengan perkiraan nilai barang sebesar 15.721.836.720, serta dengan nilai kerugian negara sebesar Rp7.386.963.252.

"Sepanjang tahun 2018 telah menghasilkan 8 kasus yang ditindak lanjuti dengan proses penyidikan atau diterbitkannya SPDP dengan status sudah sampai putusan pengadilan dengan vonis pidana penjara dari 12 sampai 24 bulan. (Banjarmasinpost.co.id/jd)

Penulis: Jumadi
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved