Berita Banjarmasin

Hj Neni, Buron Kasus Korupsi Pengadaan Buku di Disdik Tabalong Ditangkap di Cimahi Jawa Barat

Perempuan Direktur PT Bagus Tirta Wardana ini ditangkap petugas di suatu tempat di daerah Cikolong Wetan kabupaten Bandung Barat (Jabar).

Hj Neni, Buron Kasus Korupsi Pengadaan Buku di Disdik Tabalong Ditangkap di Cimahi Jawa Barat
BANJARMASINPOST.co.id/irfani rahman
Asisten Pidana Khusus Kejati (Adpidsus) Kejati Kalsel, Munaji SH 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN -  Buron sekitar lima tahun sejak 2013, Hj Neni Kurnaini, Direktur PT Bagus Tirta Wardana terpidana kasus korupsi pengadaan buku di Dinas Pendidikan Tabalong pada 2011 lalu ditangkap petugas gabungan dari Kejari Cimahi, Tim Kejaksaan Tinggi Jawa Barat dan supervisi KPK, Rabu (12/12/2018) malam.

Perempuan ini ditangkap petugas di suatu tempat di daerah Cikolong Wetan kabupaten Bandung Barat (Jabar). Terpidana sendiri dibawa ke Kalimantan Selatan dan kemudian akan dibawa ke Tabalaong.

Asisten Pidana Khusus Kejati Kalsel Munaji disela-sela Rapat koordinasi di Kejati, Kamis (13/12/2018) sore membenarkan penangkapan buronan ini.

"Benar, mungkin nanti malam tiba di Bandara Syamsudin Noor, untuk lengkapnya bisa langsung ke Kajari Tabalong Pak Made," papar Munaji.

Baca: Ustadz Abdul Somad Sebut Kepemimpinan Jokowi Selama 5 Tahun Mantap, Lalu Prabowo?

Baca: Usai Kabar Maia Estianty Hamil, Mahfud MD Komentari Pernikahan Maia dan Irwan Mussry?

Baca: Jadwal & Link Live Streaming Guangzhou BWF World Tour Finals 2018 Kamis (13/12) Marcus/Kevin Main

Terpisah Kepala Kejaksaan Negeri Tabalong I Gde Made Pasek Swardhyana ditemui usai rapat jajaran Kajati se Kalsel, Kamis (13/12/2018) sore membenarkan penangkapan buronan pihak Kajari Tabalong tersebut.

"Rabu (12/12/2018) sekitar pukul 18 30 , pihaknya dapat info dari Kajaksaan Negeri Cimahi telah melakukan penangkapan terhadap buron dari Kejaksaan Negeri Tabalong yang dikoordinasikan dengan KPK atas nama Hj Neni Kurnaini, menjabat Direktur PT Bagus Tirta Wardana ," paparnya menerangkan,

Dijelaskannya kasus ini terjadi 2010 dalam kegiatan pengadaan buku di Dinas Pendidikan kabupaten Tabalong dengan nilai sekitar Rp 9,6 miliar dimana terpidana harus memasok 52 paket/472 ribu buku harus dipenuhi dari kontrak tertanggal 22 November - 31 Des 2010.

Akan tetapi ketika akhir kontrak selesai ternyata terpidana ini tidak bisa memenuhi bahkan membuat BAP seolah-olah pekerjaan telah penuh, bekerjasama dengan PPTK waktu itu H Syaiful Yasar Spd, jabatan eks pengawasan SLB dan SD di Dinas Pendidikan Tabalong.

'Kalau kerugian terakhir menurut perhitungan BPKP perwakilan Kalsel ditemukan kerugian Rp 539 juta, karena pekerjaan belum selesai dikatakan sudah 100 persen," jelas I Gde Made.

Menurutnya diperkirakan terpidana yang diantar tim Kejaksaan Cimahi akan tiba di Bandara Syamsudin Noor pada Kamis (13/12/2018) malam dan akan diperiksa kesehatannya sebelum kemudian dibawa ke Kajari Tabalong. (banjarmasinpost.co.id/dwi)

Penulis: Irfani Rahman
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved