Berita Kalteng

Ditetapkan Tersangka Pecalegan Kader Partai Golkar Barsel Ini Bakal Batal

Penetapan Hasanuddin Agani (HA) Wakil Ketua DPRD Kabupaten Barito Selatan, Kalimantan Tengah, sebagai tersangka dalam kasus suap

Ditetapkan Tersangka Pecalegan Kader Partai Golkar Barsel Ini Bakal Batal
faturahman
Sekretaris DPD Partai Golkar Kalteng, Suhartono Firdaus. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BUNTOK - Penetapan Hasanuddin Agani (HA) Wakil Ketua DPRD Kabupaten Barito Selatan, Kalimantan Tengah, sebagai tersangka dalam kasus suap proyek Rp 300 miliar di Barsel yang jadi perhatian Komisi Pemberantasan korupsi (KPK) hingga kini masih diproses kejaksaan negeri setempat.

Pihak kejaksaan setempat, berjanji akan mengirimkan tim dalam menindaklanjuti permintaan KPK , bahkan Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Barito Selatan (Barsel), Douglas Oscar Berlian Riwoe mengatakan, akan mengirim tim penyidik untukmemaparkan kasus dugaan suap proyek multiyears itu di KPK.

HA adalah kader Partai Golkar yang dalam pemilu legislatif tahun depan juga akan mencaleg sebagai anggota DPRD setempat dari Partai Golkar, namun pencalegannya dipastikan akan batal, lantaran status tersangka yang dikenakan penyidik kepadanya.

Baca: Nikita Mirzani Semangati Hilda Vitria dan Billy Syahputra setelah Billy CS Temui Hotman Paris

Baca: Capres 2019 Jokowi Bertemu Nyak Sandang di Bandara Aceh Besar, Minta Haji, Jokowi Tawarkan Umrah

Baca: Pembacok Pambakal Gunungbatu Ternyata Orang Ini, Hindari Balasan Diamankan di Polres Banjar

Sekretaris DPD Partai Golkar Kalteng, Suhartono Firdaus atau yab akrab dipanggil Joko Firdaus, saat dikonfirmasi, Jumat (14/12/2018) mengatakan, pihaknya belum mengambil keputusan soal penetapan tersangka yang dikenakan kepada HA.

"Kami akan rapat pleno dulu untuk mengambil keputusan atas penetapan tersangka terhadap HA tersebut. Saya tentu tidak punya kewenangan untuk bicara soal itu, karena soal itu harus ada rapat pleno, namun untuk pembelaan hukum akan ditangani oleh DPP Partai Golkar," ujarnya.

Namun begitu, Joko tidak menyangkal, jika nantinya posisi pencalegan HA akan kosong untuk Partai Golkar, karena sesuai ketentuan KPU status tersangka dilarang untuk mencaleg. Memang benar, akan kosong dan soal ini juga akan dirapatkan lagi.

(www.banjarmasinpost.co.id/faturahman)

Penulis: Fathurahman
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved