Berita Balangan

Guru Praktek Pembuatan Teknologi Tepat Guna dengan Kanal Sagusateg

Workshop Sagusateg (Satu Guru Satu Teknologi Tepat Guna) kembali diselenggarakan bekerjasama antara PW IGI Bali dengan Kanal Sagusateg.

Guru Praktek Pembuatan Teknologi Tepat Guna dengan Kanal Sagusateg
banjarmasinpost.co.id/elhami
Founder Sagusateg, Zulfah Magdalena suasana Workshop Sagusateg (Satu Guru Satu Teknologi Tepat Guna) 

BANJARMASINPOST.CO.ID, PARINGIN - Workshop Sagusateg (Satu Guru Satu Teknologi Tepat Guna) kembali diselenggarakan bekerjasama antara Pengurus Wilayah (PW) IGI Bali dengan Kanal Sagusateg dengan jumlah peserta workshop sebanyak 83 peserta.

Founder Sagusateg, Zulfah Magdalena yang merupakan guru di MAN 2 Balangan kepada banjarmasinpost.co.id, Sabtu (15/12/2018) mengatakan, Kanal Sagusateg adalah sebuah kanal pelatihan IGI yang mengajak para guru pada tingkatan apa saja dan mata pelajaran apa saja untuk membuat karya inovatif berupa teknologi tepat guna (TTG), selain bisa digunakan untuk keperluan naik pangkat, lomba inovasi pembelajaran, lomba TTG, juga wujud kepedulian guru terhadap masyarakat dan lingkungan.

"Karya Inovasi Teknologi Tepat Guna (TTG) wawasannya lebih luas dibanding dengan Karya Tulis Ilmiah (KTI), TTG memiliki kelebihan banyak yaitu untuk mencarikan solusi masyarakat tentang masalah di lingkungan yang sedang dihadapi dengan adanya Teknologi Tepat Guna (TTG ) akan muncullah alat-alat praktis atau produk sebagai karya inovasi TTG," jelasnya.

Lebih lanjut disampaikannya, pelaksanaan workshop dimulai dengan materi pengenalan tentang Sagusateg dan apa untungnya membuat teknologi tepat guna.

Baca: Maia Estianty Akhirnya Ungkap Umur Kehamilannya Usai Dinikahi Irwan Mussry

Baca: Terpilih Aklamasi, H Achadiat Sugian Kembali Pimpin PODSI Kalsel Masa Bakti 2018-2022

Baca: Sosok Suami Ketiga Risty Tagor Bukan Pria Biasa, Achmad Rifai Pernah Jadi Pengacara KPK

Baca: Syahrini Dikabarkan Lamaran, Luna Maya Tuliskan Perpisahan, Kemanakah Reino Barack?

Selanjutnya dilanjutkan oleh Ibu Dra Dyah Istami Suharti, M. KPd dengan materi Metode Ilmiah dan Format laporan Karya Inovasi Teknologi Tepat Guna, kemudian dilanjutkan oleh Bapak Damsianus Sepolu Tukan, S.Pd dengan materi Energi Terbarukan. Setelah pembekalan dilanjutkan dengan praktek pembuatan teknologi tepat guna dari bahan sederhana dan yang terdapat disekitar lingkungan peserta.

"Pada praktek kali ini, para peserta dipinta untuk membawa tanah dan air disekitar tempat tinggalnya, kemudian diuji coba daya hantar listriknya dan dilakukan uji nyala, secara berkelompok peserta melaksanakan prsktek dibimbing langsung oleh 3 tim pelatih Sagusateg," katanya.

Selanjutnya perwakilan kelompok mempresentasikan hasil penelitiannya. Setiap kelompok yang telah presentasi diberikan masukan dari judul sampai terkahir, sehingga diharapkan setelah selesai pelatihan minimal para pesertta sudah tahu format laporan teknologi tepat guna dan bisa melanjutkan penelitiannya di sekolah maupun di tempat tinggal.

"Selain pelaksanaan praktek langsung dalam pembuatan baterai dari tanah juga dilakukan demontrasi alat teknologi tepat guna yang telah dihasilkan yaitu TTG Turbin Vertikal tenaga angin sepeda motor, dimana dengan alat dan bahan sederhana bisa menghasilkan alat yang berguna dan bermanfaat.

Pada kesempatan itu, Ibu Dra Dyah juga menerangkan teknologi tepat guna yang telah dibuat dengan judul Optimalisi Limbah Kulit Buah (Hylocereus polyrhizus) Sebagai Fiah Bleaching Biosensor Berbasis Immobilization Tecnology.

"Penelitian ini menghasilkan fish bleaching biosensor yang dapat membantu masyarakat digunakan sebagai detektor pemutih pada ikan. Hasil penelitian : Melalui ekstrak maserasi basah optimal fish bleaching biosensor dapat mendeteksi adanya pemutih pada ikan," ungkapnya.

Yang kedua berjudul Pengaruh Limbah Batang Pisang (Musa paradisiaca) Sebagai Alternatif Penjernihan Air Dalam Upaya Penanggulangan Pencemaran Air. Hasil penjernihan air yang menggunakan limbah batang pisang didapatkan air yang kondisinya jernih, bersih dan tidak berbau.

Dalam pembuatan teknologi tepat guna dengan praktek langsung, membuat Peserta workshop sangat antusias sekali dan materi TTG ini sangat diperlukan oleh Bpk Ibu Guru karena mereka banyak yang tidak tahu bagaimana caranya membuat karya tulis ilmiah terutama karya inovasi TTG.

"Dengan adanya workshop TTG diharapkan untuk membuka ide-ide yang ingin dituangkan dakam tulisan TTG," pungkasnya. (banjarmasinpost.co.id/muhammad elhami)

Penulis: Elhami
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved