Melihat Wisata Religi Datu Pamulutan
Makam Datu Pamulutan Dijadikan Cagar Budaya, Tapi Belum Diusulkan Pemkab
Makam keramat Datu Pamulutan di Kecamatan Tanjungdewa sudah menjadi cagar budaya di Kabupaten Tanahlaut.
Penulis: Mukhtar Wahid | Editor: Didik Triomarsidi
BANJARMASINPOST.CO.ID, PELAIHARI - Makam keramat Datu Pamulutan di Kecamatan Tanjungdewa sudah menjadi cagar budaya di Kabupaten Tanahlaut. Itu karena sudah menjadi rujukan peziarah wisata religi.
Cuma informasi dari Dinas Pariwisata Kabupaten Tanahlaut, cagar budaya itu belum diusulkan kepada Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan.
Meski belum resmi sebagai cagar budaya, kondisi makam keramat Datu Pamulutan terpelihara dengan baik.
Baca: Asal Muasal Munculnya Nama Pulau Datu dan Pengakuan Juru Kunci Makam
Baca: Tiap Rabiul Awal Digelar Haul Datu Pemulutan Bersamaan Maulid Nabi Muhammad
Baca: Penerangan Lampu Makam Hanya Bertahan Satu Pekan, Ternyata Ini Penyebabnya
Meski sarana dan prasarana banyak yang tak berfungsi. Warga yang berziarah ke makam keramat Datu Pamulutan selalu ada saja.
Aksesnya melalui kapal nelayan setempat yang disewa Rp 150 ribu pulang pergi. Dermaga hanya satu yang dapat dilintasi warga.
"Dua dermaga lainnya belum diperbaiki," kata Musa, juru kunci kubah Datu Pemulutan. (Banjarmasinpost.co.id/ Mukhtar Wahid)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banjarmasin/foto/bank/originals/komplek-makam-keramat-datu-pamulutan-kini-sudah-dipercantik.jpg)