Pemanfaatan Lahan di Kalsel

Turunnya Izin Perkebunan Sawit Mengancam Lahan Masyarakat Kawasan Meratus, ini Total Luasnya

Di Kalsel, konflik agraria ini banyak terjadi di berbagai daerah, terutama daerah perkebunan dan tambang.

Turunnya Izin Perkebunan Sawit Mengancam Lahan Masyarakat Kawasan Meratus, ini Total Luasnya
BPost Cetak
BPost cetak edisi Sabtu (15/12/2018)

BANJARMASINPOST.CO.ID, BARABAI - Permasalahan lahan masih menjadi masalah utama di Indonesia.

Di Kalsel, konflik agraria ini banyak terjadi di berbagai daerah, terutama daerah perkebunan dan tambang.

Perwakilan Masyarakat Adat Meratus, Baderi (29), mengungkapkan saat ini masyarakat Batang Alai Timur, Kabupaten Hulu Sungai Tengah, sedang resah dengan informasi turunnya izin perkebunan lahan sawit di kawasan Meratus dengan total luasan 3.000 hektare.

Baca: Iqbaal Ramadhan Dapat Penghargaan Bergengsi ini di Festival Film Macau 2018, Begini Reaksinya

Baca: Heboh, Giring Ganesha Minta Izin dengan Istri Mau Nikah Lagi! Nggak Percaya, Simak Videonya?

Baca: Dinikahi Irwan Mussry 8 Minggu, Ditanyai Soal Usia Kehamilannya, Maia Estianty: Sudah 60 Minggu

Baca: 10 Perceraian Artis Paling HOT Sepanjang 2018, dari Sule hingga Vicky Prasetyo Gerebek Angel Lelga

“Apalagi informasinya, beberapa kecamatan masuk dalam area pembukaan lahan sawit. Hal ini yang coba kami cegah,” ujarnya, Jumat (14/12).

Menurut Baderi, izin perkebunan lahan sawit itu akan memunculkan konflik agraria.

“Sudah puluhan tahun lalu masyarakat setempat bergantung pada hutan. Pencaharian utama masyarakat adat Meratus adalah berkebun. Berkebun juga jadi dasar ritual masyarakat adat di sana. Pembukaan lahan sawit itu akan mengambil kebun-kebun masyarakat adat,” ujarnya.

Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved