Berita Hulu Sungai Tengah

BumDes Awang Janji Beli Gabah Petani Harga Wajar, 'Raih Penyertaan Modal Rp 330 Juta

Sejumlah desa di Kabupaten Hulu Sungai Tengah kini berlomba mendirikan Badan Usaha Milik Desa (BumDes), untuk mengembangkan potensi andalan masing-mas

BumDes Awang Janji Beli Gabah Petani Harga Wajar, 'Raih Penyertaan Modal Rp 330 Juta
Banjarmasinpost.co.id/Hanani
Kantor BumDes Desa Awang Besar dan mesin penggiligan padi sebagai unit usahanya, yang diresmikan Senin (17/12/2018). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BARABAI - Sejumlah desa di Kabupaten Hulu Sungai Tengah kini berlomba mendirikan Badan Usaha Milik Desa (BumDes), untuk mengembangkan potensi andalan masing-masing desa.

Salah satu desa yang baru mendirikan, adalah Awang Besar, Kecamatan Barabai. Desa dengan mayoritas penduduknya petani padi tersebut, meresmikan BuMdesnya, Senin (17/12/2018), dengan bidang usaha penggilingan padi.

Direktur/Ketua BumDes Sinar Harapan Jaya, Awang Besar, Burhanudin usai peresmian menjelaskan, untuk merealisasi perusahaan milik desa tersebut, pihaknya menerima penyertaan modal dari anggaran dana desa senilai Rp 330 juta.

Dana tersebut, digunakan untuk membangunan pabrik penggilingan padi, yang juga berfungsi sebagai gudang penyimpanan padi. Termasuk membeli mesin penggilingan padi berkapasitas besar.

Baca: Link Live Streaming Pengundian (Drawing) Babak 16 Besar Liga Champions 2018/2019 Malam Ini

Mengenai sektor usaha yang dipilih tersebut, Burhanudin mengatakan sesuai potensi desa yang 90 persen warga desanya adalah petani padi.

“Supaya warga di sini tak jauh jika mau menggiling padi, maka disepakati sektor usaha awalnya penggiligan dulu. Ke depan kami bisa memperluas dengan usaha lain, seperti pembelian padi saat musim panen. Juga mengemas beras dengan kemasan khusus untuk dipasarkan ke luar desa atau luar daerah,”kata Burhanudin.

Baca: Hasil Drawing Babak 16 Besar Liga Champions Memungkinkan Real Madrid vs Liverpool, Klopp Santai

BumDes Sinar Jaya, jelas dia juga bertujuan membantu membeli gabah petani dengan harga wajar, agar petani setempat tak merugi dan bisa menikmati hasil produksi secara maksimal. “Daripada dibeli pedagang pengumpul dengan harga rendah, lebih BumDes yag memfasilitasi,” kata Burhanudin.
Disebutkan, untuk mengelola perusahaan tersebut, pihaknya mempekerjakan empat orang warga desa. Ditargetkan, satu tahun usaha tersebut menghasilkan laba bersih Rp 15 juta, khusus dari penggilingan.

Untuk mendukung usaha tersebut, pihaknya juga bekerjasama dengan 10 kelompok tani, yang tergabung dalam Gapoktan di desa tersebut.

Kepala Desa Awang Baru Abdurrahman menambahkan, saat ini petani di desanya menanam padi jenis mikongga, chiherang, serta jenis beras unggulan lainnya. Luasnya bangunan pabrik tempat penggilingan tersebut, kata Kades, akan difungsikan juga sebagai kindai (gudang penyimpanan stok yang dibeli dari Gapoktan.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa Subhani menyatakan, dengan beroperasinya BumDes Desa Baru, sudah ada 62 perusahaan milik desa se-HST.

Di HST ada 161 desa, dan saat ini desa-desa lainnya sedang mempersiapkan perusahaan desa masing-masing. Pendirian BumDes bertujuan membantu pengembangan potensi desa, baik di sektor usaha atau industri kecil, jasa maupun berdagangan.

Adapun sektor yang telah dikembangkan, seperti Pariwisata di Kecamatan Hantakan dan Batubenawa, sektor peternakan dan perikanan untuk wilayah perairan di Kecamatan Labuanamas Utara, serta usaha kecil seperti produk makanan olahan.

“Untuk sektor jasa, seperti perbengkelan, yang kini dikelola BumDes di Desa Haruyan,”kata Subhani. Disebutkan, pada 2019, Dana Desa yang diterima HST meningkat dari 2018 Rp 113 miliar menjadi Rp 127 miliar. Pada 2017, HST menerima Rp 123 miliar.

Sedangkan alokasi dana desa (ADD) HST senilai Rp 56 miliar atau 10 persen dari dana alokasi umum, yang digunakan untuk gaji, perjalanan dinas, operasional PKK, PKM dan kebutuhan lainnya.

Khusus untu Dana desa, Hinas kiri tetap menjadi desa penerima terbesar, menurut Subhani dengan pertimbangan luas wilayah serta tingkat kemiskinan yang dinilai masih tinggi. (banjarmasinpost.co.id/hanani)

Penulis: Hanani
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved