Berita Kotabaru

Cuaca di Pulau Sembilan Mulai Tidak Bersahabat, Hamdi Pilih Tetap Bertahan di Pulau

Kegelisahan bercampur kecemasan mulai menggelayuti ratusan nelayan tinggal di beberapa pulau di Kecamatan Pulau Sembilan Kotabaru.

Cuaca di Pulau Sembilan Mulai Tidak Bersahabat, Hamdi Pilih Tetap Bertahan di Pulau
Istimewa
Beberapa buah tugboat dan tongkang labuh jangkar untuk berlindung dari gempuran gelombang besar di perairan Pulau Sembilan. Tidak menyisakan ruang KM Sabuk Nusantara labuh jangkar, untuk keamanan dan kenyamanan pelayanan kepada masyarakat. 

BANJARMASINPOST.CO.ID,KOTABARU - Kegelisahan bercampur kecemasan mulai menggelayuti ratusan nelayan tinggal di beberapa pulau di Kecamatan Pulau Sembilan Kotabaru.

Terlebih kekhawatiran kini mulai menyelimuti perasaan warga, terutama mereka yang memiliki mobilisasi tinggi bepergian dari Pulau Sembilan ke ibu kota kabupaten (Kotabaru) atau sebaliknya.

Kecemasan menyelimuti mereka, menyusul mulai terasanya tanda-tanda musim gelombang besar di perairan tersebut. Terjadi setiap tahun atau ketika musim angin barat.

"Sudah mulai memasuki musim angin barat," kata Hamdi warga Pulau Marabatuan, Kecamatan Pulau Sembilan Kotabaru kepada banjarmasinpost.co.id, Senin (14/12/2018).

Baca: Cerita Kevin Sanjaya Usai Mengundurkan Diri di BWF World Tour Finals 2018, Banjir Simpati

Baca: Jadwal Drawing 16 Besar Liga Champions - Cek Prediksi Hasil Undian 16 Besar Liga Champion

Baca: Deddy Corbuzier Ikut Tren Makan Teman, Kata Viral yang Seret Syahrini, Luna Maya & Reino Barack

Menurut Hamdi, musim barat sekaligus bukan saja musim paceklik bagi warga Pulau Sembilan yang mayoritas bergantung pada hasil laut (nelayan).

Namun musim barat bagian dari musim paling ditakuti warga saat akan bepergian ke ibu kota kabupaten, karena gelombang tinggi menggulung di perairan selat Jawa tersebut.

"Saat gelombang besar, ingin bepergian ke Kotabaru berpikir dua kali. Takut lho. Gelombangnya setinggi dua meter," ujar Hamdi melalui telepon genggamnya.

Ditambahkan dia, gelombang setinggi dua meter di perairan Pulau Sembilan biasanya dimulai pada awal Januari. Menyulitian warga bepergian ke Kotabarilu, mereka memilih bertahan di pulau.

"Kalau sudah menghadapi musim barat, angin kencang dan gelombang besar sehingga susah untuk keluar dari pulau. Semua kegiatan jadi terbengkalai. Khawatir akan keselamatan. Makanya mending tidak berlayar," tandas Hamdi.

(BANJARMASINPOST.co.id/helriansyah)

Penulis: Herliansyah
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved