Berita Kabupaten Banjar

Hak Angket Terkait Jual Beli Jabatan ASN Kandas di Dewan, Bupati Banjar No Comment

Pada paripurna tersebut, hanya Fraksi Demokrat dan Fraksi Nasdem yang menerima hak angket, sedangkan fraksi PPP, Golkar, Gerindra, PDIP menolak

Hak Angket Terkait Jual Beli Jabatan ASN Kandas di Dewan, Bupati Banjar No Comment
banjarmasinpost.co.id/hari widodo
Ketua Panitia Hak Angket H Ahmad Rozani saat menghadapi demonstran di depan DPRD Banjar. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARTAPURA - Tidak ada komentar yang dilontarkan Bupati Banjar H Khalilurrahman saat meninggalkan ruang Paripurna DPRD Banjar, padahal agenda pembacaan pandangan fraksi-fraksi terhadap hak angket belum selesai digelar, Senin (17/12).

Pria yang akrab disapa Guru Khalil itu pun langsung menuju mobil dinasnya yang sudah menunggu.

Pada paripurna tersebut, hanya Fraksi Demokrat dan Fraksi Nasdem yang menerima hak angket, sedangkan fraksi lainnya yakni PPP, Golkar, Gerindra, PDIP dan PBK menolak memberikan pendapat terhadap hasil hak angket pada Paripurna yang langsung dipimpin oleh Ketua DPRD Banjar, H Rusli.

H Rusli pun dihadapan anggota memutuskan karena tidak memenuhi sepertiga dari anggota fraksi maka menyatakan pansus Hak Angket tidak bisa dilanjutkan.

Baca: Jelang Tahun Baru, Polsek Gambut Razia SPBU, Pertamina Mendukung, Hiswana Migas Malah Menyayangkan

Pria yang juga menjabat Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Banjar itu mengetuk palu sebagai pertanda paripurna ditutup.

Wakil Ketua DPRD Banjar yang juga Fraksi Demokrat, Saidan Pahmi mengatakan, inilah realita akhir dari Pansus Hak Angket, hanya Fraksi Demokrat dan Fraksi Nasem yang menerima.

Karena fraksi lainnya menolak, akhirnya hasil-hasil pansus Hak Angket tidak bisa dilanjutnya.

Baca: Barito Putera Dipastikan Lepas 4 Pemain Asingnya, Hari Ini Raja Passing Berpamitan

Disebutkannya beberapa hasil pansus Hak Angket adalah, menyerahkan kepada aparat penegak hukum terkait dugaan adanya jual beli jabatan ASN dilingkungan Pemkab Banjar.

Rekomendasi hasil pansus Hak Angket lainnya adalah, Pemkab melalukan pembenahan internal untuk menuju good goverment dan good governance.

"Maka konsekuensinya dari hasil pansus hari ini adalah rekomendasi-rekomendasi yang sudah dihasilkan oleh pansus tidak bisa ditindaklanjuti. Pansus pun selesai," ucapnya nada kecewa, Senin (17/12).

Baca: Syahrini Disebut Akan Gelar Pengajian Usai Kabar Lamaran dengan Reino Barack, Jelang Pernikahan?

Wakl Ketua DPRD Banjar dari Fraksi PPP, Siti Zulaikha ditanya alasan fraksinya menolak rekomendasi hasil pansus Hak Angket memilih enggan berkomentar. Secara diplomatis, sambil berlaku Siti Zulaikha mengatakan bahwa menjadi sejarah di DPRD Banjar bahwa ada Pansus Hak Angket.

Mantan Ketua Pansus Hak Angket, Ahmad Rozanie Himawan Nugraha nada kecewa mengatakan, walaupun Hak Angket ditutup, dirinya konsisten memperjuangkan ASN di Kabupaten Banjar. Fraksi Nasdem sudah menyampaikan pendapat terhadap pandangan akhir hak angket tersebut.

"Tanggapan fraksi masing-masing, ada yang menerima dan menolak tergantung pandangan fraksi masing-masing. Tetapi terpenting adalah kami sudah konsisten hingga sejauh ini memperjuangan nasib ASN di Kabupaten Banjar dan inilah keputusan akhirnya," ucap H Zani. (Banjarmasinpost.co.id/Hasby)

Penulis:
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved