Menyelamatkan Kasturi dari Kepunahan

Wicaksono Kembangkan Bibit Buah Kasturi, Mangga Maskot Kalsel yang Nyaris Punah

Mangga kasturi, Sang Maskot Kalsel ternyata telah ditetapkan sebagai salah satu tumbuhan yang “punah in situ” (Extinct in the Wild).

Wicaksono Kembangkan Bibit Buah Kasturi, Mangga Maskot Kalsel yang Nyaris Punah
Istimewa/hanif wicaksono
Hanif Wicaksono kembangkan tanaman buah Kasturi, Maskot Kalimantan yang sudah nyaris punah 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - BUAH yang satu ini, bentuknya kecil tidak sebesar buah mangga pada umumnya, namun rasanya sangat manis dan hanya terdapat di Kalimantan, adalah Kasturi.

Mangga kasturi, Sang Maskot Kalsel ternyata telah ditetapkan sebagai salah satu tumbuhan yang “punah in situ” (Extinct in the Wild).

Artinya Kasturi, salah satu spesies mangga yang menjadi flora identitas provinsi Kalsel ini telah punah dari habitat aslinya.

Kasturi yang dalam bahasa ilmiah (latin) disebut Mangifera casturi, merupakan salah satu dari sekitar 31 jenis mangga yang dapat ditemukan di Kalimantan, Indonesia.

Bahkan, mangga yang dalam bahasa Inggris selain disebut kasturi juga dinamakan Kalimantan Mango ini merupakan tumbuhan endemik Kalimantan. Sayang, IUCN redlist melabelinya sebagai Extinct in the Wild atau telah punah dari habitat aslinya.

Baca: BMKG Keluarkan Peringatan Dini Terjadinya Cuaca Ekstrem 11 Daerah di Kalsel

Baca: Daftar Pemain Baru Persib Bandung Dikabarkan Sudah Deal untuk Liga 1 2019, Ada Nama Wesley Sneijder?

Baca: Cerita Kevin Sanjaya Usai Mengundurkan Diri di BWF World Tour Finals 2018, Banjir Simpati

Baca: Jadwal Drawing 16 Besar Liga Champions - Cek Prediksi Hasil Undian 16 Besar Liga Champion

Mangifera casturi mempunyai pohon yang mampu mencapai tinggi 25 meter dengan diameter batang antara 40-110 cm. Kulit kayu kasturi berwarna putih keabu-abuan sampai coklat terang.

Daun berbentuk lanset dengan ujung yang meruncing. Saat muda daun kasturi berwarna ungu tua. Buah kasturi seperti buah mangga lainnya namun berukuran lebih kecil dengan berat kurang dari 80 gram.

Buah ini terdiri dari empat jenis. Postur fisik pohon Kasturi layaknya pohon beringin. Apabila dari awal menanam dari biji, maka antara 12 sampai 14 tahun, pohon Kasturi baru berbuah.

Sekitar tahun 1970 an, ada beberapa pohon Kasturi yang tumbuh dan hidup di Banjarmasin. Salah satunya adalah disamping Apotik RS Bersalin Junjung Buih, Jalan Lambung Mangkurat Banjarmasin. Buahnya akan jatuh sendiri apabila sudah benar-benar masak.

Buah Kasturi yang dijual pedagang di pasar Agrobisnis Modern Barabai, Senin (19/11/2018)
Buah Kasturi yang dijual pedagang di pasar Agrobisnis Modern Barabai, Senin (19/11/2018) (banjarmasinpost.co.id/hanani)

Seiring dengan berjalannya waktu dan perkembangan zaman, maka Apotik milik rumah sakit tentara itu dibongkad dan pohon Kasturi ditebang, dan kini menjadi Kantor PLN Cabang Banjarmasin.

Orang yang sangat peduli dengan mengembangkan pohon ini adalah Muhammad Hanif Wicaksono. Lelaki yang kini bekerja sebagai ASN di Kabupaten Balangan ini sudah mengembangkan ratusan bibit buah Kasturi.

Wicaksono yang dihubungi, Senin (17/12) mengatakan, awal mula pengembangan bibit dengan cara dicangkok. Dan sebagian dengan biji.

Namun untuk pembibitan dengan cara dicangkok, maka satu tahun baru bisa muncul akarnya."Kita sengaja mengembangkan ini karena masyarakat banyak yang tidak peduli dengan tanaman yang memiliki buah yang sangat manis dan segar,"ungkapnya. (banjarmasinpost.co.id/jd)

Penulis: Jumadi
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved