Rekam Biometrik

Input Data Biometrik Belum Sesuai dengan Besarnya Calon Jemaah Umrah, Risiko ini yang Dikhawatirkan

Forum Komunikasi Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah dan Haji Khusus (FK PPIU HK) Kalimantan Selatan (Kalsel) pun mengeluhkan kebijakan tersebut.

Editor: Eka Dinayanti
BPost Cetak
BPost cetak edisi Selasa (18/12/2018) 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Forum Komunikasi Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah dan Haji Khusus (FK PPIU HK) Kalimantan Selatan (Kalsel) pun mengeluhkan kebijakan tersebut.

Menurut Ketua FK PPIU HK Kalsel, H Saridi, jika aturan rekam biometrik dipaksakan, maka timbul kemungkinan banyak calon jemaah umrah yang gagal melaksanakan proses tersebut tepat waktu dan berujung terlambat atau bahkan gagal berangkat.

"Waktu pelaksanaan keberangkatan umrah mendesak sehingga akan berakibat terbakarnya atau hangusnya tiket yang sudah issued, hal ini akan merugikan pagi jamaah dan pihak travel," kata H Saridi.

Meski biaya perekaman biometrik per orang hanya Rp 120 ribu atau 7 dollar AS sesuai kurs saat ini, tapi kapasitas input data biometrik VFS Tasheel di Banjarmasin saat ini belum sesuai dengan besarnya jumlah calon jemaah umrah.

Baca: Beda Sikap Anak Opick pada Bebi Silvana dan Yuliast Mochamad, Sempat Perang di Direct Message

Baca: Reaksi Angel Lelga Setelah Disebut Tersangka Perzinahan oleh Pengacara Vicky Prasetyo

Baca: Jawaban Kekasih Billy Syahputra, Hilda Vitria saat ditanya tentang Nyinyiran Hotman Paris Padanya

Baca: SBY Sebut Hasil Investasi Demokrat Berbeda dengan Penyataan Wiranto soal Perusakan Atribut Demokrat

Menurutnya dalam satu tahun kurang lebih 25 ribu orang Kalsel berangkat ke Tanah Suci.

"Kalau kita hitung efektif kerja dalam satu musim umrah 7 bulan, dalam satu bulan 20 hari kerja maka efektif kerja selama 1 tahun hanya 140 hari. Artinya seharusnya yang dilayani 178 calon jemaah dalam satu hari, ini sangat berisiko tinggi apabila kemampuan perekaman biometrik di bawah jumlah itu," kata H Saridi.

H Saridi memohon agar pelaksanaan syarat tersebut ditunda, setidaknya sampai pihak operator benar-benar siap.

Untuk melayani calon jemaah umrah di Kalsel, Ia menilai minimal harus ada tiga titik lokasi input data biometrik yaitu di Banjarmasin, Barabai dan Batulicin.

Dari sisi teknis pendaftaran, H Saridi juga menyoroti kendala pada laman website VFS TasHeel yang menurutnya belum konsisten karena pendaftar harus menunggu cukup lama untuk bisa membuat janji pertemuan input data biometrik tersebut.

Beberapa pengusaha penyelenggara umrah di Kalsel yang akan mengikuti prosedur input data biometrik juga khawatir kapasitas layanan input data biometrik calon jemaah umrah yang diselenggarakan VFS TasHeel.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved