Rekam Biometrik

Rekam Biometrik Sebenarnya Sangat Mudah, Hanya Saat Melakukan ini yang Dikeluhkan

Agus, seorang pengurus jasa perjalanan umrah dan haji di Kota Banjarmasin, yang tidak ingin menanggung konsekuensi terhadap peraturan yang diterapkan

Rekam Biometrik Sebenarnya Sangat Mudah, Hanya Saat Melakukan ini yang Dikeluhkan
BPost Cetak
BPost cetak edisi Selasa (18/12/2018) 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Agus, seorang pengurus jasa perjalanan umrah dan haji di Kota Banjarmasin, yang tidak ingin menanggung konsekuensi terhadap peraturan yang diterapkan Kerajaan Arab Saudi tersebut memilih langsung membawa jemaahnya ke kantor VFS TasHeell Banjarmasin.

Selain itu, Agus juga mengatakan alasannya melaksanakan rekam biometrik kepada jemaahnya, mengingat saat ini kedutaan Arab Saudi di Jakarta sudah memberlakukan hal tersebut.

Sehingga meski pemerintah Indonesia saat ini masih sedang berupaya mengusulkan pembatalan rekam biometrik sebagai syarat pembuatan visa, namun hal tersebut tidak mengurungkan niat di Kerajaan Arab Saudi.

Baca: Kabar Maia Estianty Hamil, Ahmad Dhani dan Mulan Jameela Malah Pastikan Lakukan Hal Ini, Ikutan?

Baca: Beda Sikap Anak Opick pada Bebi Silvana dan Yuliast Mochamad, Sempat Perang di Direct Message

Baca: Jawaban Kekasih Billy Syahputra, Hilda Vitria saat ditanya tentang Nyinyiran Hotman Paris Padanya

Baca: Tinggal Pilih, Perempuan Muda Menggoda Ketika Melayani Pengunjung di Warung Jablay Trikora

Tidak sampai di situ, bahkan menurut Agus, sejumlah paspor untuk pembuatan visa 28 calon jemaah umrahnya dikembalikan Kedutaan Arab Saudi beberapa waktu lalu.

"Paspor kami dikembalikan. Makanya tak mau ambil risiko, kami pun melakukan rekam biometrik," jelasnya.

Lebih lanjut, Agus menjelaskan pada dasarnya warga Indonesia yang ingin melakukan rekam biometrik sangat mudah.

Calon jemaah umrah pertama-tama membuat surat janji temu melalui website http/vfstasheel.com/landing.html#/home/index.

Kemudian membawa kelengkapan berkas yang terdiri dari paspor asli dan fotocopi, KTP asli dan fotocopi, serta print out surat janji ketemu masing-masing satu lembar.

Sementara, untuk biaya perekaman biometrik per orang dipatok Rp 120 ribu.

"Meskipun yang jadi masalah biasanya justru pada saat mengakses website http/vfstasheel.com/landing.html#/home/index. Karena teman-teman di asosiasi pun sering loading," jelasnya.

Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved