Mata Najwa

Waketum PSSI Joko Driyono Angkat Tangan Perihal Pengaturan Skor Oleh Mafia Bola

Waketum PSSI Joko Driyono Angkat Tangan Perihal Pengaturan Skor Oleh Mafia Bola

Waketum PSSI Joko Driyono Angkat Tangan Perihal Pengaturan Skor Oleh Mafia Bola
Tribunnews
Wakil Ketua Umum PSSI, Joko Driyono saat jumpa pers di Hotel Sultan, Senayan, Jakarta, Jumat (10/2/2017) FIFA dan PSSI melakukan pertemuan untuk membahas terkait National Dispute Resolution Chamber (NDRC) atau penyelesaian sengketa dengan pemain profesional. Super Ball/Feri Setiawan 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Isu pengaturan skor, mafia bola, dan bau busuk pengaturan sepak bola di tangan PSSI kembali menguat usai tayangan Mata Najwa, Rabu (19/12/2018)  yang membahas PSSI Bisa Apa Jilid 2.

Wakil Ketua Umum PSSI, Joko Driyono, terang-terangan tak mampu menangani pengaturan skor oleh mafia bola.

Joko Driyono menyatakan itu beberapa hari sebelum acara "Mata Najwa" mengudara secara langsung.

Polemik mengenai mafia bola, pengaturan skor, hingga kebobrokan sepak bola Tanah Air memasuki babak baru.

Baca: Manajer Persibara Beberkan di Mata Majwa Habiskan 1,3 Miliar Akibat Pengaturan Skor di Liga 3

Baca: Kapolri Tito Karnavian Siap Tangkap Mafia Pengaturan Skor, Akun Maman Abdurrahman Diserbu

Baca: Simon McMenemy Resmi Pelatih Timnas Indonesia, Luis Milla Semakin Dekat dengan Persib Bandung?

Baca: Beberkan Syahrini Telah Dilamar Reino Barack, Mbah Mijan: Segera Menikah Bulan Ini, Mari Doakan!

Bahkan, kegagalan timnas Indonesia pada Piala AFF 2010 ikut terseret ke dalam pusaran polemik tersebut.

Pria yang akrab disapa Jokdri itu mengakui bahwa PSSI tak berdaya melawan cengkraman mafia bola.

Pasalnya, hal itu diluar wewenang, tanggung jawab, serta kuasa PSSI.

Jokdri menambahkan, PSSI sebagai federasi legal yang diatur oleh kode disiplin.

Dan kode disiplin tersebut hanya mengatur hal-hal yang berkenaan dengan ranah "football family" atau orang-orang yang terlibat secara langsung dalam hierarki kepengurusan sepak bola.

“Struktur organisasi FIFA, AFC, dan PSSI menyiapkan tools yang namanya kode disiplin, tetapi hanya bisa menghukum mereka yang punya atribut football family (keluarga sepakbola)," ujar Joko Driyono, kutip BolaSport.com dari laman foxsports.co.id.

Halaman
12
Editor: Restudia
Sumber: BolaSport.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved