Berita Hulu Sungai Tengah

Hindari Penyalahgunaan Jelang Pemilu 2019, 10 Ribu Lebih KTP Elektronik Dibakar di HST

Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Hulu Sungai Tengah memusnahkan 10.917 keping KTP Elektronik, di halaman Kantor Disdukcapi

Hindari Penyalahgunaan Jelang Pemilu 2019, 10 Ribu Lebih KTP Elektronik Dibakar di HST
Banjarmasinpost.co.id/Hanani
Plt Bupati HST HA Chairansyah, bersama jajaran DInas Kependudukan dan Catatan Sipil HST serta pihak kepolisian melaksanakan pembakaran 10.917 KTP E, yang dinyatakan tak berlaku lagi, Jumat (21/12/2018) di halaman kantor Disdukcapil HST. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BARABAI - Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Hulu Sungai Tengah memusnahkan 10.917 keping KTP Elektronik, di halaman Kantor Disdukcapi, Jumat (21/12/2018).

Pemusnahan tersebut disaksikan Kasat Intel Polres HST dan Kasat Reskrim Polres HST, serta undangan lainnya.

Pemusnahan dilakukan dengan cara dibakar, setelah sebelumnya kepingan KTP-E tersebut di potong salah satu bagian ujungnya.

Kepala Disdukcapil HST Abu Yazid Bustami, dalam laporannya menyebutkan, KTP yang dimusnahkan tersebut berdasarkan surat edaran Mendagri , 13 Desember 2018 tentang penatausahaan KTP-E rusak atau invalid.

Baca: Ramai Kabar Lamaran, Syahrini dan Reino Barack Posting Hal Serupa, Luna Maya Malah Pamer Ini

Disebutkan, ada tiga alasan mengapa kepingan KTP-E tersebut dimusnahkan. Pertama, KTP E tersebut rusak, dimana di dinas tersebut ada 2.591 keping yang rusak, dalam kurun waktu 2017-2018.

Kedua, KTP E bekas, karena adanya perubahan data, dimana hal tersebut bisa terjadi karena penduduk yang bersangkutan pindah dari suatu kota ke HST, sehingga KTP lamanya tak berlaku lagi dan ditarik oleh DIsdukcapi.

Dalam hal tersebut ada 884 keping, kurun waktu 2017-2018. Terakhir, KTP E bekas, karena perubahan data identitas pemilik selama 2017-2018 sebanyak 7.442 keping.

Baca: Beda Perlakuan Ari Lasso pada Maia Estianty dan Mulan Jameela Terkait Postingan di Instagram

Disebutkan, untuk KTP rusak, seperti tulisan tak terbaca lagi, patah, lapisan plastik terkelupas dan kondisi lainnya, sehingga diganti yang baru.
Sedangkan untuk perubahan data, biasanya karena pindah alamat, atau ada yang pindah menjadi warga HST sehingga KTP daerah asalnya tak berlaku lagi.

Adapula yang berubah status atau indetitas, dulunya belum menikah, menjadi menikah ataupun ada yang pindah alamat dari HST ke daerah lain.

Baca: Deretan Contoh Ucapan Selamat Hari Ibu 2018, Kata-kata Mutiara untuk Ibu Saat Momen Mothers Day

“Sejumlah keping yang dimusnahkan tersebut telah diperiksa dan terdapat rusak/cacat atau invalid sehingga tak dapat digunakan kembali,” kata Abu Yazid.

Dijelaskan, pemusnahan tersebut juga sebagai wujud tertib administrasi kependudukan, selain menghindari penyalahgunaan.

“Menjelang Pileg dan Pilres banyak hal yang menimbulkan kerawanan. Salah satu penyebabnya penyalahgunaan KTP E. Itu yang harus kita hindari,”pungkasnya.

Baca: Terungkap Alasan Erna Jual 41 Macam Kue di Pasar Amuntai, Kue Sagu Panggang Paling Banyak Dicari

Sebelum dilakukan pemusnahan 10.917 KTP E tersebut, terlebih dahulu dilakukan oleh Kapolres HST AKBP Sabana Atmojo, baik terhadap yang invalid atau rusak, atau perubahan penduduk yang pindah dari HST dan datang ke HST di Kantor Disdukcapil HST.

Sebelumnya, barang yang hendak dimusnahkan tersebut selama ini disimpan dalam ruang khusus yang dilengkapi CCTV. (banjarmasinpost.co.id/hanani)

Penulis: Hanani
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved