Hari Ibu 2018

Hari Ibu 2018 - Sejarah Cikal Bakal Hari Ibu, Melawan Penjajahan dan Dijadikan Pemuas Nafsu

Hari Ibu 2018 - Sejarah Cikal Bakal Hari Ibu, Melawan Penjajahan dan Dijadikan Pemuas Nafsu

Hari Ibu 2018 - Sejarah Cikal Bakal Hari Ibu, Melawan Penjajahan dan Dijadikan Pemuas Nafsu
Dok. Kompas
Tanggal 22 Desember 1983 adalah peringatan Hari Ibu ke-45. Hari Ibu diperingati setiap tahun sejak 1938 setelah kongres Perikatan Perempuan Indonesia di Bandung sepakat memilih tanggal 22 Desember sebagai Hari Ibu. Pemilihan berdasarkan sejarah bahwa pada tanggal tersebut berlangsung pertemuan pertama seluruh organisasi wanita Indonesia di Yogyakarta tahun 1928. Ibu-ibu yang tergabung dalam Kowani pada tanggal 22 Desember 1946 memperingatinya dengan menyerahkan bingkisan kepada warga DKI Jakarta. 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Hari Ibu 2018, mencoba menoleh ke belakang melihat sejarah perjuangan perempuan Indonesia melawan penjajah.

Perempuan memiliki peran penting dalam kehidupan. Melalui perempuan, sosok pemimpin bangsa dilahirkan. Selain itu, perempuan juga ikut berjuang dalam upaya meraih dan mempertahankan kemerdekaan.

Pada era penjajahan, perempuan Indonesia memang tak mendapatkan haknya dengan baik. Mereka ditindas oleh penjajah, mendapat perlakuan yang tak manusiawi, juga mendapatkan siksaan.

Sistem pergundikan yang terjadi pada masa penjajahan Belanda membuat harkat dan martabat perempuan Indonesia tak dihargai. Banyak juga yang dijadikan pemuas nafsu untuk tentara penjajah.

Baca: Ucapan Hari Ibu 2018 Berbahasa Inggris Lengkap dengan Artinya, Ayo Update Status untuk Ibu Tercinta!

Memasuki era 1910-an, berbagai organisasi pergerakan di Indonesia mulai bermunculan. Mereka mulai menyadari akan perlunya berjuang untuk melakukan perlawanan terhadap penjajahan.

Saat itu, kaum perempuan juga mulai memberanikan diri untuk berkumpul, menyatakan pendapat, dan berorganisasi.

Perempuan mulai menyadari pentingnya persatuan. Perasaan senasib dan sepenanggungan menjadi landasan mereka untuk berjuang mencapai tujuan bersama.

Baca: 7 Fakta Tunjangan Daerah 4.000 PNS Kotabaru Belum Dibayar, dari PNS Gelisah hingga DPRD Tak Tahu

Setelah perempuan berjuang hanya di lingkup daerah, kini mereka menyadari akan pentingya berkomunikasi dengan perempuan lain di berbagai daerah. Tujuannya adalah untuk bisa berkumpul dan bertukar pikiran bersama.

Dilansir dari Harian Kompas yang terbit pada 22 Desember 1982, awal mula bersatunya para perempuan di Indonesia adalah Kongres Perempuan Indonesia I yang diadakan di Yogyakarta pada 22 Desember 1928.

Baca: Tips Lepaskan Stres Ala Finalis Putri Kecantikan, Ke Bioskop Kencan dengan Diri Sendiri

Bertempat pada sebuah gedung bernama Dalem Jayadipuran milik Raden Tumenggung Joyodipoero yang kini menjadi kantor Balai Pelestarian Sejarah dan Nilai Tradisional di Yogyakarta, para perempuan mulai menyuarakan pendapatnya dalam sebuah forum yang resmi.

Halaman
123
Editor: Didik Trio
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved