Breaking News:

Berita Kabupaten Banjar

Pambakal Tambah Tiga Lokasi Selfie di Teluk Tamiyang Mandikapau

Pengunjung wisata di Danau Tamiyang Desa Mandikapau Karangintan Kabupaten Banjar makin ramai, terutama akhir pekan dan jelang libur panjang.

banjarmasinpost.co.id/hasby suhaili
Pambakal Mandikapau, Abdul Basit (Kaos merah) bersama Kabid Destinasi Disbudpar Kabupaten Banjar 

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARTAPURA — Pengunjung wisata di Danau Tamiyang Desa Mandikapau Karangintan Kabupaten Banjar makin ramai, terutama akhir pekan dan jelang libur panjang. Kepala Desa atau Pambakal Mandikapau, Abdul Basit membangunkan tiga titik lokasi selfi total menjadi 10 lokasi.

Abdul Basit mengatakan, menggunan dana swadaya dan seadanya dirinya bersama warga desa mempercantik obyek wisata Danau Tamiyang ini. Salah satunya dalam menyambut libur Natal dan Tahun Baru 2019 ini, membangun lima lokasi untuk foto selfie.

“Tiga lokasi ini menambah yang sebelumnya sudah ada tujuh titik selfie, kata-katanya dibackground yang romantis-romantis, supaya pengunjung tertarik foto selfie. Ada bingkai amor yang dikelilingi bunga, juga ada kupu-kupu,” kata Abdul Basit, Minggu (23/12).

Ada pula semacam pos pantau dengan ketinggian yang tidak terlalu tinggi, agar memungkinkan siapa saja untuk berfoto. Diakuinya, membuat titik selfie ini merogoh kocek yang tidaklah ringan, bahkan sampai jutaan.

Abdul Basit juga mengatakan, jembatan sepanjang 130 meter dicat dan dihias agar menarik menjadi tempat selfie. Pihaknya sudah membangunkan toilet umum dan tinggal menunggu realisasi bantuan dari Disbudpar Banjar untuk menambah toilet.

Baca: UPDATE TSUNAMI - 168 Meninggal Dunia, 745 Luka, dan 30 Orang Hilang, 9 Hotel Rusak Berat

Baca: Setinggi 40 Meter! Tsunami Banten dan Lampung Akibat Gunung Krakatau Pernah Terjadi pada 1883

“Untuk penambahan fasilitas di obyek wisata alam ini, kami sudah mengusulkan ke pemerintah pusat dan Disbudpar Kabupaten Banjar dan mudah-mudahan bisa disetujui. Rencana 2019 untuk pembangunan wisata wahana anak-anak,” ujarnya.

Obyek wisata alam Danau Tamiyang mulai booming pada bulan Oktober 2017 lalu, kemudian menjadi perhatian Disbudpar Kabupaten Banjar sehingga menetapkan Danau Tamiyang menjadi obyek wisata di Kabupaten Banjar. Selanjutnya Bupati Banjar, H Khalilurrahman meresmikannya pada 3 Februari 2018, dan ternyata pengunjung tambah ramai.

Rata-rata jumlah pengunjung di obyek wisata Danau Tamiyang pada akhir pekan lebih dari 400 orang dan hari libur nasional seperti lebaran dan tahun baru diperkiran bisa ribuan. Pengunjung hanya dikenakan biaya parkir Rp 2.000

Sarana dan fasilitas obyek wisata di Danau Tamiyang ini selain ada 10 lokasi selfie juga ada banana boat, sepeda air dan tentunya rumah makan. Bahkan sebagai penghasil durian, mulai 25 Desember digelar pasar durian dan puncaknya padq 23 Januari 2018, yakni kontes durian.

“Kalau kontes durian ini digelar oleh Dinas Tanaman Pangan dan Holtikultura Kabupaten Banjar bersama Disbudpar Banjar. Lokasi di obyek wisata Danau Tamiyang Mandikapau ini, prioritas durian-durian dari hasil 26 desa yang ada di Kecamatan Karangintan dulu,” imbuhnya.

Baca: Postingan Terakhir Bani Seventeen Sebelum Tewas Diterjang Tsunami Banten, Firasat Kematian?

Baca: 5 Fakta Baru Tsunami Banten dan Tsunami Lampung, Jumlah Korban Hingga Gunung Anak Krakatau

Pihaknya sudah menekankan kepada pedagang durian, warung dan rumah makan agar mematok harga tidaklah terlalu mahal agar pengunjung senang berbelanja. Pedagang juga harus rapi dalam menggelar barang dagangannya, tentunya sopan dan ramah kepada pengunjung.

Seorang pengunjung di obyek wisata Danau Tamiyang, Aulia mengaku penasaran dengan obyek wisata danau yang cukup viral di media sosial. Membuat pelajar di MTS 6 Martapura Kabupaten Banjar itu bersama saudara mengunjungi Danau Tamiyang.

“Sangat indah panorama alamnya, apalagi sambil menikmati durian asli Karangintan Kabupaten Banjar yang cukup terkenal ketebalan buahnya. Jauh-jauh ke Mandikapau ini tidaklah mengecewakan,” katanya.

Dia menambahkan, terlebih mengunjungi obyek wisata alam Danau Tamiyang tidak memerlukan biaya yang mahal. Cukup membayar parkir Rp 2 ribu dan bersantai di warung-warung yang harga makanan minuman juga dengan harga yang wajar. (Banjarmasinpost.co.id/Hasby)

Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved