Tsunami Terjang Pantai Anyer

Keterangan Resmi BPNB Soal Kabar Tsunami Banten & Lampung Susulan di Sekitar Selat Sunda

Ini penjelasan resmi BNPB soal Tsunami Banten susulan di sekitar Selat Sunda yang kabarnya beredar.

BANJARMASINPOST.CO.ID - Ini keterangan resmi BNPB soal tsunami susulan darii Tsunami Banten dan Tsunami Lampung di sekitar Selat Sunda yang kabarnya beredar.

Kabar tsunami susulan dari Tsunami Banten dan Tsunami di sekitar wilayah perairan Selat Sunda kembali beredar. Bagaimana keterangan resmi BNPB soal tsunami susulan ini?

Nah, keterangan resmi diberikan Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana ( BNPB) Sutopo Purwo Nugroho terkait kabar Tsunami Banten dan Tsunami Lampung susulan di sekitar Selat Sunda.

Sutopo mengatakan, tidak ada peringatan tsunami lanjutan dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika ( BMKG).

Baca: Respons Jokowi Terkait Tsunami Banten dan Tsunami Lampung, Posting Simbol Ini di Instagram

Baca: Tsunami Banten dan Lampung Terjadi, Ustadz Abdul Somad Jelaskan Soal Gempa dan Tsunami

Baca: 3 Penyebab Tsunami Banten dan Lampung, Bukan Gempa, Terkait Gunung Anak Krakatau?

Baca: 5 Fakta Baru Tsunami Banten dan Tsunami Lampung, Jumlah Korban Hingga Gunung Anak Krakatau

Baca: Permintaan Memilukan Ifan Seventeen Setelah Jadi Korban Tsunami Banten Saat Manggung di Tanjung Lesung

Baca: Komedian Aa Jimmy Meningggal Digulung Tsunami Saat Menjadi MC, Ade Jigo Selamat

"Tidak ada warning (tsunami lanjutan) dari BMKG. Adanya sirine tsunami di Teluk Labuhan, Kecamatan Labuhan, Kabupaten Pandenglang yang tiba-tiba bunyi sendiri bukan dari aktivasi BMKG atau BNPB. Kemungkinan ada kerusakan teknis sehingga bunyi sendiri," papar Sutopo saat dikonfirmasi, Minggu (23/12/2018).

"Banyak warga mengungsi mendengar sirine. Shelter tsunami juga penuh oleh pengungsi," kata dia.

Di sisi lain, data terakhir BNPB menunjukkan korban meninggal dunia akibat tsunami yang melanda wilayah pantai sekitar Selat Sunda bertambah menjadi 62 orang.

Sementara korban luka-luka menjadi 584 orang. Kemudian 20 orang belum ditemukan.

"Data dampak tsunami sampai dengan 23 Desember 2018 pukul 10.00 WIB, data sementara jumlah korban meninggal 62 orang meninggal dunia, korban luka 584, hilang 20 orang," kata Sutopo dalam keterangan persnya.

Kemudian 430 unit rumah dan 9 unit hotel rusak berat, 10 kapal rusak berat.

Sutopo memperkirakan data ini akan terus bertambah mengingat ada wilayah-wilayah yang belum didata secara menyeluruh.

Halaman
1234
Editor: Murhan
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved