Tsunami Terjang Pantai Anyer

Setinggi 40 Meter! Tsunami Banten dan Tsunami Lampung Akibat Gunung Krakatau Terjadi pada 1883

Tsunami setinggi 40 meter! Tsunami Banten dan Lampung Akibat Gunung Krakatau Pernah Terjadi pada 1883.

Dwikorita Karnawati, Kepala BMKG mengatakan tsunami di Pantai Barat Banten tak dipicu oleh gempa bumi.

Dwikorita menyatakan jika gelombang tinggi terjadi karena faktor cuaca.

"Gelombang tinggi terjadi karena cuaca," ujar Dwikorita dalam keterangan resmi yang dilansir dari Kompas.com, Sabtu (23/12).

Sebenarnya BMKG juga telah mendeteksi dan mengeluarkan peringatan dini gelombang tinggi yang mulai diberlakukan pada tanggal 22 Desember 2018 puku 07.00 WIB sampai 25 Desember 2018 pukul 07.00 WIB di wilayah perairan Selat Sunda.

Hal ini berarti sudah ada peringatan dini sekitar 14 jam sebelum tsunami menerjang pukul 21.30 WIB.

Selain faktor cuaca, BMKG juga menyebut adanya tsunami karena erupsi Gunung Anak Krakatau.

Tapi karena seismometer rusak maka dugaan adanya tsunami jadi tak terduga.

"BMKG berkoordinasi dengan Badan Geologi melaporkan bahwa pada 21.03 WIB Gunung Krakatau erupsi kembali sehingga peralatan seismometer setempat rusak, tetapi seismic Stasiun Sertung merekam adanya getaran tremor terus menerus," jelas Dwikorita.

Rekaman seismik dan laporan dari masyarakat menjadi dasar bagi BMKG untuk memastikan jika tsunami Banten tidak disebabkan aktivitas gempa bumi tektonik.

Namun sensor Cigeulis (CGJI) mencatat adanya aktivitas seismik dengan durasi waktu kurang lebih 24 detik dengan frekuensi 8-16 Hz pukul 21.03 WIB.

Berdasarkan hasil pengamatan tidegauge Serang di Pantai Jambu, Desa Bulakan, Cinangka, Serang, tercatat pukul 21.27 WIB ketinggian gelombang 0,9 meter.

"Kemudian tidegauge Banten di pelabuhan Ciwandan, tercatat pukul 21.33 WIB ketinggian 0.35 meter," kata Dwikorita.

Selanjutnya, lewat tidegauge Kota Agung di Desa Kota Agung, Kota Agung, Lampung tercatat pukul 21.35 WIB ketinggian 0.36 meter.

Terakhir tidegauge Pelabuhan Panjang, Kota Bandar Lampung tercatat pukul 21.53 WIB ketinggian 0.28 meter.

"Kepada masyarakat diimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Juga diimbau untuk tetap menjauh dari pantai perairan Selat Sunda, hingga ada perkembangan informasi dari BMKG dan Badan Geologi," tutup Dwikorita.

Artikel ini telah tayang di Tribunjateng.com dengan judul Tahun 1883 Krakatau Pernah Meletus Sebabkan Tsunami Banten dan Lampung Setinggi 40 Meter

Baca: 5 Fakta Baru Tsunami Banten dan Tsunami Lampung, Jumlah Korban Hingga Gunung Anak Krakatau

Baca: Respons Jokowi Terkait Tsunami Banten dan Tsunami Lampung, Posting Simbol Ini di Instagram

Editor: Murhan
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved