Berita Banjar

Satreskrim Polres Banjar Bakal Gelar Perkara Penuntasan Kasus Pengancaman Anggota DPRD Banjar

Satreskrim Polres Banjar Bakal Gelar Perkara Penuntasan Kasus Pengancaman Anggota DPRD Banjar

Satreskrim Polres Banjar Bakal Gelar Perkara Penuntasan Kasus Pengancaman Anggota DPRD Banjar
banjarmasinpost.co.id/hasby
Kasat Reskrim Polres Banjar, AKP Sofyan 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Lama tidak terdengar penuntasan laporan anggota DPRD Banjar, H Akhmad Rozanie Himawan Nugraha atas ancaman terhadap dirinya oleh Kepala Disbudpar Banjar, Haris Rifani, Satreskrim Polres Banjar berjanji dalam waktu dekat bakal gelar perkara kasus tersebut. Diungkapkan Kepala Satreskrim Polres Banjar, AKP Sofyan seusai apel gelar pasukan Pengamanan Natal dan Tahun Baru di halaman Mapolres Banjar, Jumat (21/12) lalu.

Sebelumnya, AKP Sofyan bahkan menjanjikan penuntasan kasus tersebut bakal selesai sebelum pergantian tahun 2019. H Akhmad Rozanie Himawan Nugraha yang merasa mendapat ancaman dari Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Banjar, Haris Rifani bahkan sudah melaporkan kasusnya hingga ke Mabes Polri.

“Mau gelar perkara, nanti hasilnya saya kasih tahu,” ucap AKP Sofyan sambil berlalu.

Baca: Ifan Seventeen Ungkap Detik-detik Perjuangannya Saat Tsunami Banten Hingga Akhirnya Selamat

Baca: Ketika KH Maruf Amin Dapat Cerita Mencekamnya Suasana Tsunami Banten dan Tsunami Lampung

Baca: Jadwal Siaran Langsung Liga Inggris Pekan 19 di RCTI - MNC TV Boxing Day: Chelsea & Man United Live

Pada wawancara awal November 2018 lalu, AKP Sofyan mengagendakan kembali memintai keterangan saksi bahasa, padahal pihaknya sudah memintai keterangan dari ahli bahasa.

Diungkapkannya, kembali memintai keterangan saksi ahli bahasa yang berbeda, agar ada perbandingan-perbandingan dan melihat apakah keterangan dari saksi ahli tersebut membenarkan suatu pengancaman atau tidak.

"Sudah banyak yang kami mintai keterangan, termasuk pelapor yakni Kepala Disbudpar Kabupaten Banjar, Haris Rifani. Ahli bahasa yang sudah kami mintai keterangan ada yang berdomisili di Martapura, ada juga yang dari Malang," katanya.

Dia menjelaskan, pihaknya akan memintai keterangan saksi ahli bahasa minimal tiga orang. Lanjut Sofyan, saat keduanya bersalaman, terlapor mengucapkan kalimat yang menurut H Jani adalah pengancaman, yakni "Selamat Nanti Ketemuan'.

Menurutnya, dalam menuntuaskan laporan tersebut terlebih dulu melihat banyak unus dan mengaitkan dengan benang merahnya. Pengucapannya setelah kejadian apa, maka pihaknya menunggu keterangan dari ahli.

Sedangkan terkait kalimat bernada ancaman melalui handphone, pihaknya bersama dengan Tim IT sudah melakukan gelar perkara dan hingga sekarang masih melacak nomor tersebut. Sofyan optimistis pihaknya bisa menangkap pelaku.

Baca: Adey Syafrien Dikabarkan Lamar Syahrini, Terungkap Malah Baru Nikahi Wanita Cantik, Reino Barack?

Baca: Terungkap Keinginan Terakhir Dylan Sahara Istri Ifan Seventeen Sebelum Jadi Korban Tsunami Banten

"Kalau yang laporan ancaman melalui Sms handphone tidak sulit, karena masih melacak dan bisa dapat lah itu," imbuhnya.

H Akhmad Rozani Himawan Nugraha ketika dikonfirmasi melalui telepon selulernya tidak menjawab, begitu pula ketika dikirimkan pesan melalui whatapps. Politisi Partai Nasdem itu tidak memberikan respons, Selasa (25/12).

Pengancaman yang dilakukan oleh Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Banjar, Haris Rifani kepada Anggota DPRD Banjar, Akhmad Rozanie diduga karena tidak terima atas beredarnya hak angket terhadap Bupati Khalilurrahman. Kini hasil hak angket hanya dua fraksi yang menerima yakni Fraksi Demokrat dan Nasdem hingga akhirnya hasil hak angket kandas pada sidang Paripurna di DPRD Banjar pada Senin (17/12) lalu.

Pria yang juga Anggota Komisi III DPRD Banjar itu juga sudah menjalani pemeriksaan di Kantor Direktorat Kriminal Khusus (Ditkrimsus) Polda Kalsel, akhir Juli 2018 lalu.

(banjarmasinpost.co.id/Hasby Suhaily)

Penulis: Hasby
Editor: Rendy Nicko
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved