Berita Kabupaten Banjar

Tim Uniska Kunjungi Produsen Kopi Aranio di Tiwinganbaru, ini Tujuannya

UPT Kewirausahaan dan Inkubator Bisnos, Universitas Islam Kalimantan (Uniska) Muhammad Arsyad Albanjari, Banjarmasin, bertolak ke Desa Tiwinganbaru,

Tim Uniska Kunjungi Produsen Kopi Aranio di Tiwinganbaru, ini Tujuannya
RAKHMAT NOPLIARDI UNTUK BPOST GROUP
Rombongan UPT Kewirausahaan dan Inkubator Uniska, Banjarmasin, bersiap nerangkat menuju Tiwinganbaru, Selasa (25/12/2018) pagi 

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARTAPURA - UPT Kewirausahaan dan Inkubator Bisnos, Universitas Islam Kalimantan (Uniska) Muhammad Arsyad Albanjari, Banjarmasin, bertolak ke Desa Tiwinganbaru, Kecamatan Aranio, Kabupaten Banjar, Selasa (25/12/2018) pagi ini.

Mereka akan bersilaturahmi sekaligus melihat dari dekat usaha pengolahan Kopi Aranio yang diproduksi Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Bina Sejahtera.

"Ini kami persiapan hendak berangkat dari Banjarmasin. Kami yang berangkat sebanyak tujuh orang yakni tiga orang dosen dan empat orang mahasiswa," ucap Rakhmat Nopliardi, dosen Uniska.

Selain sebagai dosen, Rakhmat sekaligus salah satu inisiator perintisan usaha pengolahan dan kafe di kampus Uniska di Banjarmasin.

Baca: Jadi Endorse Hingga Tawaran Brand Ambassador

Baca: Habiskan Minimal 80 GB dalam Sebulan

Baca: Kisah Zhar Borneo, si Tukang Komen Fenomenal

Baca: Sejumlah Artis Berikan Penghormatan Terakhir ke Istri Ifan Seventeen, Dylan Sahara

Baca: Di Depan Mata, Fotografer Norwegia ini Menyaksikan Gelombang Besar Menelan yang Ada di Depannya

Mereka telah mendirikan Galeri Uniska yang antara lain menyediakan kopi robusta.

Nopliardi mengatakan tujuan rombongannya ke Tiwinganbaru guna menjajaki kerjasama dan pembinaan terhadap BUMDes Bina Sejahtera.

Dengan begitu, usaha pengolahan kopi di Tiwinganbaru tersebut bisa lebih dan eksis.

"Insha Allah tahun 2019 UPT Kewirausahaan dan Inkubator Bisnis akan melakukan pembinaan dan bimbingan kepada petani kopi melalui kegiatan Pengabdian Masyarakat dan Penelitian," sebutnya.

Kegiatan tersebut, jelas Nopliardi, bukan hanya bagaimana menanam pohon kopi, bagaimana mengolah biji kopi pascapanen.

Tapi, juga bekerjasama dalam pemasaran produksi kopi yang dihasilkan.

Ketua BUMDes Bina Sejahtera, Arianto, mengaku senang mulai ada pihak yang perhatian terhadap usaha pengolahan kopi yang ia jalankan.

(banjarmasinpost.co.id/roy)

Penulis: Idda Royani
Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved