Tsunami Terjang Pantai Anyer

Penampakan Longsoran Erupsi Gunung Anak Krakatau, Penyebab Tsunami Banten dan Tsunami Lampung

Penampakan longsoran erupsi Gunung Anak Krakatau yang disebut jadi penyebab Tsunami Banten dan Tsunami Lampung (Tsunami Selat Sunda).

Penampakan Longsoran Erupsi Gunung Anak Krakatau, Penyebab Tsunami Banten dan Tsunami Lampung
Instagram @didikh017 via Twitter Sutopo Purwo Nugroho
Penampakan Erupsi Gunung Anak Krakatau 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Penampakan longsoran erupsi Gunung Anak Krakatau yang disebut jadi penyebab Tsunami Banten dan Tsunami Lampung (Tsunami Selat Sunda).

Ketua Tim Tanggap Darurat Erupsi Gunung Anak Krakatau, Kushendratno menjelaskan, berdasarkan citra satelit yang didapatkan, tsunami yang terjadi di wilayah Selat Sunda diakibatkan adanya longsoran Gunung Anak Krakatau yang besar hingga mencapai 64 hektar.

Penampakan longsongan erupsi Gunung Anak Krakatau itu mencapai 64 hektare. Disebut jadi penyebab Tsunami Banten dan Tsunami Lampung.

Baca: 6 Fakta Serda Jhoni Risdianto, Pelaku Penembakan Perwira TNI Letkol Dono Kuspriyanto, Motif & Mabuk

Baca: Tingkah Aneh Buaya Sebelum Tsunami Banten dan Tsunami Lampung, Firasat Tsunami Selat Sunda?

Baca: Kalimat I Miss You dari Dylan Sahara untuk Ifan Seventeen, Firasat Sebelum Tsunami Banten & Lampung?

Baca: Reaksi Berbeda Maia Estianty dan Irwan Mussry Saat Dul Jaelani Beri Kejutan untuk Ibunya di Hari Ibu

Baca: Cara Hotman Paris Tertawakan Hilda Vitria, Posting Foto Janda Cantik, Tanggapan Billy Syahputra?

"Entah bagaimana bisa menimbulkan tsunami. Dari data BMKG (Badan Meteorologi Klimatologi Geofisika), luas yang longsor itu 64 hektar. Jadi longsor berupa blok turun, seperti kita menjatuhkan benda besar ke dalam kolam langsung riaknya tinggi. Nah, itu sampai ke sini kecil kan dari pos Pasauran, itu sampai setengah meter," katanya yang dihubungi Kompas.com, Rabu (26/11/2018).

Meski begitu, pihaknya belum mengetahui penyebab longsoran itu terjadi. Sebab, sampai saat ini, tim belum bisa mendekati lokasi gunung mengingat cuaca buruk yang terjadi saat ini. Namun berdasarkan citra satelit BMKG, katanya, didapatkan foto setelah letusan. Terlihat ada perubahan pengurangan dari fisik gunung Anak Krakatau.

"Mereka (BMKG) hitung 64 hektar. Jika divisualisasikan, luas area itu mungkin seluas lapang bola atau hotel yang ambruk sekaligus," ujarnya.

Menurutnya, longsoran tersebut sebagian merupakan endapan dari erupsi Gunung Anak Krakatau, sejak bulan Juni hingga saat ini.

"Sebagian tubuhnya yang baru-baru endapan Krakakatau dari bulan Juni sampai saat ini," katanya.

Karena letusannya sejak bulan Juni, bahkan lava gunung Anak Krakatau sudah sampai ke Pantai.

"Kalau bertahap sedikit-sedikit seperti gunung Anak Krakatau sudah meletus dari Bulan Juni, dan aliran lavanya sudah sampai ke pantai karena dicicil, ya enggak menyebabkan apa-apa. Saya juga sudah ke sana, ya normal-norma saja. Mungkin ini karena longsor sekaligus seperti longsor di gunung, gerakan tanah Wonosobo, jadinya masif sekaligus," katanya.

Halaman
1234
Editor: Murhan
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved