Berita Kabupaten Banjar

Kembangkan Gula Aren Cair Kemasan, Puluhan Desa di Banjar Lakukan Inovasi

Program Inovasi Desa terus diperkuat pemerintahan Bupati Banjar H Khalilurrahman. Bahkan dari 277 desa, setidaknya telah ada puluhan desa yang berhasi

Kembangkan Gula Aren Cair Kemasan, Puluhan Desa di Banjar Lakukan Inovasi
Banjarmasinpost.co.id/Idda Royani
H ASPIHANI, kepala Dinas PMPD Banjar. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARTAPURA - Program Inovasi Desa terus diperkuat pemerintahan Bupati Banjar H Khalilurrahman. Bahkan dari 277 desa, setidaknya telah ada puluhan desa yang berhasil melakukan inovasi kreatif.

Di antaranya yakni usaha pengemasan gula aren cair. Usaha ekonomi kreatif ini dikembangkan oleh warga di Desa Mataraman, Kecamatan Mataraman.

"Biasanya kan gula aren diproduksi dan dijual dalam bentuk padatan. Nah, ini dalam bentuk cair yang dikemas sedemikian rupa. Bagian atasnya ada klip buka tutupnya sehingga mudah menuangkannya," tutur Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (PMPD) Banjar H Aspihani, Kamis (27/12/2018).

Baca: Status Terbaru Gunung Anak Krakatau, Warga 2 Pulau Diungsikan, Ancaman Tsunami Selat Sunda?

Hal itu diutarakan pejabat eselon II di Bumi Barakat ini pada acara Rapat Koordinasi Evaluasi Program Inovasi Desa tahun 2018 Kabupaten Banjar, Kamis kemarin di Ballroom Hotel Aston di kawasan Jalan A Yani Km 11,5, Kertakhanyar. Kegiatan yang dihelat Dinas PMPD Banjar ini diikuti kalangan. Tim Pelaksana Inovasi Desa, Tim Inovasi Kabupaten, dan Pendamping Desa.

Baca: Evan Dimas Resmi Gabung Barito Putera, Tanggapan Jacksen F Tiago Ini Bikin Laskar Semangat

Aspihani mengatakan usaha gula aren cair kemasan di Mataraman tersebut cukup prospektif dan produknya digemari masyarakat. Ia berharap usaha ekonomi kreatif seperti itu bisa ditiru oleh desa lainnya yang masih lemah menjalankan program inovasi desa.

"Semoga tahun 2019 bantuan dari pemerintah pusat untuk menopang Program Inovasi Desa tetap mengalir sehingga gerakan yang bertujuan untuk mengangkat perekonomian perdesaan ini bisa makin berhasil," ucap Aspihani.

Dikatakannya, cukup banyak potensi di tiap desa yang bisa dikembangkan untuk menumbuhkan ekonomi produktif di perdesaan. Hal yang dibutuhkan yakni kreativitas dan kejelian melihat peluang dan potensi yang ada.

Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan SDM H Masruri yang mewakili Bupati Banjar saat membuka rakor evaluasi Program Inovasi Desa 2018 meminta kalangan TPID, TIK, dan Pendamping Desa makin aktif melakukan pendampingan masyarakat dalam upaya bersama melakukan inovasi untuk meningkatkan taraf hidup.

"Semua instansi terkait juga saya harapkan turut melakukan sesuatu sesuai kapasitas masing-masing. Setidaknya membantu memberikan pokok-pokok pikiran dalam upaya menggairahkan inovasi desa," tanfas Masruri.

Pantauannya selama ini program Inovasi Desa telah terlaksana lumayan baik. Terbukti telah muncul 39 inovasi desa dari sejumlah kecamatan. Secara bertahap, semuanya juga mulai memperlihatkan dampak positof terhadap peningkatan ekonomi di perdesaan.

Baca: VIDEO Penampakan Erupsi Gunung Anak Krakatau, Terlihat Menyeramkan karena Disertai Petir Menyambar

Baca: Pemain Timnas Piala AFF 2010 Bakal Diperiksa, Terkait Kasus Pengaturan Skor

Halaman
12
Penulis: Idda Royani
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved