Prakiraan Cuaca Kalsel

Prakiraan Cuaca di Kalsel Kamis (27/12), Sejumlah Daerah Berpotensi Hujan, Mulai Amuntai dan Lainnya

Prakiraan Cuaca di Kalsel Kamis (27/12), Sejumlah Daerah Berpotensi Hujan, Mulai Amuntai dan Lainnya

Prakiraan Cuaca di Kalsel Kamis (27/12), Sejumlah Daerah Berpotensi Hujan, Mulai Amuntai dan Lainnya
Instagram/banjarmasipost.co.id
Peringatan Cuaca di Kalsel 

BANJARMASINPOST.CO.ID -  Prakiraan cuaca Kalsel dirilis Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Kelas 2 Syamsudin Noor, Kamis (27/12/2018) dan sekaligus mengeluarkan peringatan dini terkait cuaca ekstrem yang terjadi di beberapa daerah di Kalsel.

Cuaca ekstrem yang dimaksud adalah adanya potensi terjadinya Hujan Lebat disertai petir dan Angin Kencang.

Dikutip dari laman BMKG Kalsel beberapa daerah yang berpotensi mengalami hujan adalah Amuntai, Batulicin, Kotabaru dan Paringin dan daerah lainnya. Hujan yang terjadi masih kategori ringan dan lokal.

Baca: Aura Kasih Resmi Menikah dengan Kekasihnya, Eryck Amaral? Buku Nikah dari KUA Beredar

Baca: Gisella Anastasia Menangis Ungkap Kisah Pilu di Balik Momen Ulang Tahun Bareng Gading Marten

Baca: Video Aktivitas Gunung Anak Krakatau Keluarkan Asap Tebal Pasca Tsunami Banten dan Tsunami Lampung

Baca: Daftar Kandidat Moderator Debat Pilpres 2019, Mulai Najwa Shihab, Ira Kusno Hingga Bayu Setiono

Sedangkan untuk kelembapan dan suhu di seluruh daerah di Kalsel merata berada di angka 65-100 untuk kelembapannya dan 24-32 derajat celcius suhu udaranya.

Sementara itu, rilis dikeluarkan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang telah memantau dan menganalisis curah hujan yang menunjukkan bahwa sebagian wilayah Jawa telah diguyur hujan selama beberapa pekan terakhir yang menimbulkan dampak bencana hidrometeorologi seperti genangan, banjir, dan longsor.

Dalam keterangannya, Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Mulyono R. Prabowo menjelaskan bahwa adanya sirkulasi angin tertutup di Laut Jawa yang cukup persisten hingga 3 hari ke depan yang mengakibatkan terbentuknya daerah pertemuan angin di sepanjang Jawa, Bali hingga Nusa Tenggara Timur. Kondisi cuaca tersebut memberikan dampak pada peningkatan pembentukan dan pertumbuhan awan hujan di wilayah tersebut.

"Selain itu, adanya aliran massa udara basah yang masuk dari Samudera Hindia turut mendukung pertumbuhan awan hujan di wilayah Sumatera bagian Selatan, Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Kalimantan Selatan, Sulawesi Selatan dan Tenggara serta Maluku. Kondisi ini dapat menyebabkan terjadinya potensi hujan lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang khususnya di Jawa, Bali, Nusa Tenggara Barat (NTB), dan Nusa Tenggara Timur (NTT) dalam 5 (lima) hari ke depan (26 - 30 November 2018)," tambah Prabowo.

(banjarmasinpost.co.id/ rendy nicko)

Penulis: Rendy Nicko
Editor: Rendy Nicko
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved