Berita Kabupaten Banjar

Setelah Diperiksa Satpol PP Banjar, Jamilah Boleh Pulang Subuh, Ini Kasus yang Menjeratnya

Kedapatan menjual minuman keras dan diperiksa di Kantor Satpol PP Kabupaten Banjar di Martapura, Jamilah akhirnya diperbolehkan pulang pukul 05.00

Setelah Diperiksa Satpol PP Banjar, Jamilah Boleh Pulang Subuh, Ini Kasus yang Menjeratnya
banjarmasinpost.co.id/hasby
Minuman keras yang disita Satpol PP Kabupaten Banjar, Kamis (27/12). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARTAPURA - Kedapatan menjual minuman keras dan diperiksa di Kantor Satpol PP Kabupaten Banjar di Martapura, Jamilah akhirnya diperbolehkan pulang pukul 05.00 wita, Kamis (27/12).

Dirinya mulai menjalani pemeriksaan setelah digelandang oleh anggota Satpol PP Kabupaten Banjar, turut diangkut 77 botol minuman keras berbagai merk, Rabu (26/12) pukul 23.45 wita.

Disela pemeriksaan, perempuan yang juga ibu rumah tangga itu mengaku mendapatkan keuntungan dari menjual minuman keras satu dusnya antara Rp 200 ribu hingga Rp 350 ribu. Miras yang dijualnya dipasok dari orang Banjarmasin, tidak hanya satu penyuplai tetapi ada beberapa penyuplai.

Baca: Aktris Bollywood, Deepika Padukone Joget Moonwalk Michael Jackson saat Follower Instagramnya 30 Juta

"Berjualan baru dua bulan, dapat barangnya ada yang menitipkan dari Banjarmasin. Keuntungannya bisa Rp 200 ribu sampai Rp 350 ribu," kata perempuan akrab disapa Milah itu.

Kepala Seksi Penindakan Satpol PP Kabupaten Banjar, Wahyudi ketika dikonfirmasi mengatakan, pihaknya memperbolehkan pulang Jamilah setelah ada jaminan dari suaminya bernama Hamsani yang sehari-hari bekerja sebagai jaga malam di salah satu rumah makan yang ada di Lianganggang, turut disita KTP Elektronik Jamilah.

Baca: Sosok Ini Sebut Syahrini Menikah pada 2019, dengan Reino Barack, Mantan Kekasih Luna Maya?

Dia mengatakan, razia bersama tim gabungan dari Polres dan Kodim 1006/Martapura di satu lokasi yakni warung milik Jamilah Jalan Gubernur Syarkawi, Desa Sungaitabuk Kabupaten Banjar. Saat tim menggerbek, pemilik warung bersifat kooperatif dan sedang berjualan atau menunggu pembeli bersama anaknya yang masih berumur enam tahun.

Modus operandi Jamilah berjualan miras termasuk pandai, miras disimpan dalam gudang yang ditumpuki kasur. Sedangkan ada juga miras yang disimpat di bawah lantai, yang atasnya merupakan tempat tidurnya.

Pihaknya curiga karena saat digeledah, Jamilah terus duduk diatas kasur, namun akhirnya diketahui menyimpan miras sebanyak 60 botoh dibawah lantai yang diatasnya tempat tidur. Sedangkan sisanya, 17 botol miras disimpannya di warung tempatnya berjualan dan Jamilah pun terancam Perda Nomor 6 Tahun 2017 atas perubahan perda No 15 Tahun 2014 tentang pengaturan minuman beralkohol, penyalahgunaan obat-obatan dan zat aditif.

"Rencana besok, Jumat (28/12) akan disidangkan di Pengadilan Negeri Kabupaten Banjar. Untuk barangbukti sebanyak 77 botol minuman keras diantaranya merk Whisky, Malaga itu nantinya tergantung keputusan hakim apakah akan dimusnahkan atau tidak," jelasnya.

Dia juga mengatakan, kesulitan bagi pihaknya untuk menelusuri penyuplai miras ke warung Jamilah. Dikarenakan, tidak ada saksi dan berdasar penuturan pemilik warung, sifatnya adalah titipan dan begitu habis baru disuplai lagi miras tersebut, serta Jamilah mengaku tidak mengenal identitas penyuplai miras.

Hasil tangkapan miras ini merupakan hasil undercover anggotanya, tidak menutup kemungkinan akan melakukan operasi serupa di daerah lainnya. Terlebih menjelang pergantian tahun baru, dengan mencegah peredaran miras diharapkan bisa menekan angka kriminalitas di Kabupaten Banjar.

"Terlebih Kabupaten Banjar terkenal dengan sebutan Serambi Mekkah kedua setelah Aceh, tentunya kami sebagai penegakan Perda yang berlaku akan makin giat, termasuk membebaskan Kabupaten Banjar dari miras, dan bagi pedagang hendaknya berjualan barang-barang yang tidak melanggar perda," tambahnya. (Banjarmasinpost.co.id/Hasby)

Penulis: Hasby
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved