Breaking News:

Berita Kotabaru

Zaenal Sebut Banyak Warga Celaka, 10 Tahun Permintaan Warga Jalan Diaspal Tak Digubris

Zaenal Sebut Banyak Warga Celaka, 10 Tahun Permintaan Warga Jalan Diaspal Tak Digubris

Penulis: Herliansyah | Editor: Rendy Nicko
istimewa/ Dok Kades Serakaman untuk BPost Group
Bersama warga dan anggota koramil, Kepala Desa Serakaman (kanan baju hitam) Zainal Efendi melakukan gotong royong penambalan jalan poros kecamatan. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, KOTABARU - Kecelakaan tunggal terjatuh dari motor akibat kondisi jalan licin terus menjadi ancaman warga di beberapa desa, terlebih warga desa Serakaman, Kecamatan Pulau Sebuku Kotabaru.

Kondisi jalan licin kerap dikeluhkan warga karena mengancam keselamatan mereka saat berkendara, lantaran kondisi jalan hanya dari paving. Kondisi itu berlangsung lama, belasan tahun.

Selain licin terlebih usai diguyur hujan, kondisi jalan yang kerap menciderai pengendara roda dua itu mengalami kerusakan cukup parah di beberapa titik.

Sementara jalan yang berada di desa Serakaman tersebut, satu-satunya akses penghubung warga desa di kecamatan Pulau Sebuku. Karena akses adalah berstatus jalan poros kecamatan.

Baca: Bentuk Awan Aneh Muncul Saat Tsunami Banten dan Tsunami Lampung, Tanda Tsunami Selat Sunda?

Baca: Hampir Mirip CPNS 2018, Ini Jadwal & Syarat Penerimaan Pegawai Kontrak P3K Tak Via sscn.bkn.go.id

Baca: Suara Dentuman Keras dan Aroma Belerang di Gunung Anak Krakatau Saat Ini, Awan Hitam 2.500 Meter

Baca: Penyesalan Ifan Seventeen Saat Permintaan Dylan Sahara Tak Diturutinya Sebelum Tsunami Banten

Mengantisipasi terjadi kecelakaan terus mengancam warga, bersama masyarakat, koramil. Aparatur desa Serakaman melakukan gotong royong menambal jalan di beberapa titik yang berlubang.

Kepala Desa Serakaman Zainal Fadeli mengatakan, bersama warga dan anggota koramil setempat, terpaksa melakukan penambalan badan jalan agar kecelakaan tidak terus mengancam pengendara.

Menurut Zainal, jalan poros kecamatan Pulau Sebuku sepanjang dimulai dari desa Sungaibali ke Sekapung lebih kurang 35 kilometer. Sementara Serakaman, desa berada di tengah-tengah di antara dua desa tersebut.

Hanya Zainal sedikit bingung, karena seluruh desa di kecamatan Pulau Sebuku. Hanya jalan poros kecamatan di desa Serakaman yang belum dilakukan peningkatan oleh pemerintah daerah Kotabaru.

Baca: Kisah Hotman Paris yang Akui Kalah dengan Syahrini Terkait Kemewahan Saat Travelling di Las Vegas

Baca: Video Pernikahan Aura Kasih dan Eryck Amaral Viral, Netizen Malah Soroti Hal Ini

Baca: Jelang Tahun Baru 2019, Berapa Kali Tahun Baru Dirayakan Dalam Setahun? Ini Jawabannya

"Kalau desa lainnya, semua sudah diaspal hanya di desa Serakaman yang belum," kata Zainal kepada banjarmasinpost.co.id, Jumat (28/12/2018).

Padahal jalan poros kecamatan tepat di desa Serakaman, tambah Zainal, hanya sepanjang lebih kurang 8 kilometer.

Kendati demikian, Zainal merasa bingung sebab hanya jalan poros di wilayah mereka belum diaspalkan pemerintah daerah.

"Sudah 10 tahun lebih setelah dipaving tidak pernah diaspal. Berapa kali diusulkan tidak terealisasi," katannya kepada banjarmasinpost.co.id.

Berharap usulan pengaspalan disampaikan, tahun 2019 bisa direalisasikan pemerintah daerah melalui Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air.

Sementara hingga berita diturunkan belum didapat konfirmasi dari pihak Dinas Bina Marga Kotabaru.

(banjarmasinpost.co.id/helriansyah)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved