Tradisi Unik Makan Batalam di Tabalong

Makan Batalam, Tradisi Turun Temurun Nenek Moyang, Saingan Baayun Maulid Nabi Muhammad SAW

Masyarakat yang rutin melaksanakan makan batalam ini adalah mereka yang berdiam di wilayah selatan Kabupaten Tabalong

Makan Batalam, Tradisi Turun Temurun Nenek Moyang, Saingan Baayun Maulid Nabi Muhammad SAW
diskominfo tabalong
Makan Batalam adalah tradisi yang tiap tahun digelar warga berdiam di wilayah selatan Kabupaten Tabalong 

BANJARMASINPOST.CO.ID, TANJUNG - Bila di daerah lain ada tradisi baayun saat lakukan peringatan maulid, maka di Tabalong juga punya tradisi yang cukup unik.

Tradisi ini dinamakan makan batalam dan selalu rutin dilaksanakan dalam setiap tahun saat bulan maulid tiba.

Masyarakat yang rutin melaksanakan makan batalam ini adalah mereka yang berdiam di wilayah selatan Kabupaten Tabalong.

Wilayah selatan ini di antaranya ada kecamatan Banualawas, Kecamatan Pugaan, Kecamatan Kelua.

Baca: Usai Penyisihan U-13 Asia, Pesepakbola Cilik Kehilangan Ibu, Adik dan Rumahnya Akibat Tsunami Banten

Baca: Kenapa Diego Forlan Lebih Memilih Tim Meksiko Ketimbang Kalteng Putra? Ternyata Ini Alasannya

Baca: Gara-gara Proyek Ini, KPK Lakukan OTT Pejabat Kementerian PUPR, Uang dalam Kardus Diamankan

Satu desa yang masih menjaga tradisi makan batalam ini misalnya pada masyarakat yang tinggal di Desa Bangkiling Raya, Kecamatan Banualawas, Kabupaten Tabalong.

Makan Batalam adalah tradisi yang tiap tahun digelar warga berdiam di wilayah selatan Kabupaten Tabalong
Makan Batalam adalah tradisi yang tiap tahun digelar warga berdiam di wilayah selatan Kabupaten Tabalong (diskominfo tabalong)

Dari penuturan Aparat Desa Bangkiling Raya, Dahli (52), tradisi ini sudah ada sejak dahulu dan terus dilakukan turun temurun hingga sekarang.

Awalnya, sebelum ada Desa Bangkiling Raya yang merupakan hasil pemekaran, tradisi ini lebih dulu juga dilaksanakan masyarakat Desa Bangkiling dan Desa Hapalah.

"Tradisi ini sudah sangat lama, sejak saya masih kecil sudah ada, sampai sekarang umur saya sudah 52 tahun tetap ada," katanya.

Lalu apa itu tradisi makan batalam? Simak dalam tulisan berikutnya. (banjarmasinpost.co.id/dony usman)

Penulis: Dony Usman
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved