Tsunami Terjang Pantai Anyer

Kisah Perjuangan Nelayan yang Selamat Saat Tsunami Banten, Lihat Gunung Anak Krakatau Terbelah

Kisah Perjuangan Nelayan yang Selamat Saat Tsunami Banten, Lihat Gunung Anak Krakatau Terbelah

Kisah Perjuangan Nelayan yang Selamat Saat Tsunami Banten, Lihat Gunung Anak Krakatau Terbelah
Istimewa/tribunnews.com
Status Gunung Anak Krakatau meningkat jadi level III (siaga) hari ini, Kamis (27/12/2018), terdengar suara dentuman beberapa kali. 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Detik-detik terjadinya tsunami banten dan tsunami lampung yang diduga akibat erupsi Gunung Anak Krakatau sempat disaksikan langsung oleh seorang nelayan asal Lampung, Puji (19), Sabtu (22/12/2018).

Puji adalah satu dari empat nelayan yang selamat dari tsunami banten dan tsunami lampung saat dirinya berada di tengah laut Selat Sunda. Sedangkan 11 nelayan lainnya tak bisa selamat.

Saat itu Puji sedang mencari ikan bersama 14 nelayan lainnya bahkan sempat camping di Gunung Anak Krakatau sebelum tsunami banten dan tsunami lampung.

"Ya itu ngga ada tanda-tanda sama sekali kalau mau kejadian Gunung Anak Krakatau mau meletus. Posisi saya lagi di tengah laut, sekitar 700 meter dari Anak Krakatau lagi mencari ikan," kata Puji melansir dari Youtube Lampung TV.

Baca: Intip Gaya Syahrini dan Luna Maya Saat Liburan ke Luar Negeri, Bareng Reino Barack?

Baca: Aturan Baru BKN & Kemenpan RB untuk Peserta CPNS 2018 yang Lolos Usai Daftar di sscn.bkn.go.id

Baca: Maia Estianty Akhirnya Buka-bukaan Perihal Kabar Kehamilannya Usai Dinikahi Irwan Mussry

Baca: Momen Terakhir Aa Jimmy dan Keluarga Dikenang Pentolan Band Wali Usai Diterjang Tsunami Banten

Baca: Pengakuan Hotman Paris Soal Pernikahannya, 10 Tahun Tak Tidur Seranjang dengan Istrinya

Kala itu Puji dan belasan nelayan lainnya memahami kondisi Gunung Anak Krakatau sedang aktif.

Tetapi, mereka tak mengira kalau Gunung Anak Krakatau akan meletus dahsyat karena situasinya seperti hari biasanya.

Puji pun melihat jelas Gunung Anak Krakatau meletus hingga menimbulkan tsumami.

"Waktu kejadian itu saya lihat Gunung Anak Krakatau membelah dua. Pas belah dua itu mulai timbulnya tsunami.

Waktu itu yang saya lihat paling jelas meletusnya bukan di bagian atas, tapi di samping. Meletusnya di bagian samping, lahar-lahar mencar semua," ujarnya.

Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda
Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda (KOMPAS/RIZA FATHONI)

Tsunami terjadi setelah belahan Anak Krakatau jatuh ke laut hingga menimbulkan 3 gelombang tinggi.

Halaman
1234
Editor: Rendy Nicko
Sumber: GridHot.id
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved