Berita Kesehatan

Waspada Kram Perut Saat Berlari! Tapi Jangan Takut Ada Tips Menghindarinya

Mungkin banyak dari kita yang mengalami kram perut ketika sedang berolahraga lari. Baik kram di bagian samping maupun masalah perut lainnya

Waspada Kram Perut Saat Berlari! Tapi Jangan Takut Ada Tips Menghindarinya
djiledesign
istirahat duduk setelah berlari 

Dalam sistem pencernaan, alkohol akan memberikan efek osmotik atau menarik air ke dalam.

Jika dikonsumsi sambil bersantai atau nonton televisi, kondisi tersebut mungkin tak bermasalah. Namun, ketika efek tersebut muncul selama lari, gula alkohol tersebut bisa menyebabkan kram dan diare.

Batasi asupan produk bebas gula, terutama malam sebelum dan pagi sebelum lari jarak jauh.

Beberapa makanan yang biasanya mengandung gula alkohol, di antaranya kue bebas gula, es krim dan kukis.

6. Mengurangi serat

Dalam keseharian, serat adalah kunci pencernaan yang sehat, bahkan bisa mencegah sembelit. Namun, serat justru dianjurkan untuk tidak dikonsumsi sebelum lari jarak jauh.

Sebab, perut yang kenyang setelah mengkonsumsi serat berpotensi membuat kram perut dan bisa mengakibatkan kita butuh ke kamar mandi di tengah pertandingan lari.

Setiap orang punya level toleransi yang berbeda terkait konsumsi serat sebelum olahraga. Beberapa orang mungkin juga menggunakan makanan berserat untuk membantu mereka bisa buang air besar dengan lancar beberapa jam sebelum pertandingan lari.

Tapi, jika hal itu malah berpotensi membuatmu kram atau diare selama lari, maka pertimbangkanlah untuk menghindarinya.

7. Mengurangi lemak

Lemak adalah nutrisi yang mengenyangkan. Lemak mampu memperlambat proses pencernaan dan membatu kita merasa kenyang lebih lama.

Hal ini mungkin baik untuk situasi harian, namun tidak jika kita menghadapi latihan atau pertandingan lari.

Perut yang kenyang akan meningkatkan risiko kram perut saat lari. Namun, ada pengecualian yakni jika kamu adalah atlet yang sedang menjalani diet keto.

Dalam kasus tersebut, kamu harus tetap mengikuti rutinitas normal karena makanan di luar itu justru akan menyebabkan perut kram.

Untuk kebanyakan atlet, pola makan dengan karbohidrat moderat akan menghasilkan performa terbaik.

8. Memahami toleransi laktosa

Laktosa adalah gula yang ditemukan pada produk susu. Beberapa orang memiliki enzim pencernaan (laktase) yang cukup untuk menghancurkan gula tersebut. Hal ini biasa disebut intoleransi laktosa.

Jika kamu mengalami hal seperti ini, konsumsi sejumlah produk susu bisa menyebabkan perut kram dan diare.

Menariknya, intoleransi laktosa ini bisa dibangun meskipun sebelumnya tubuh kita tidak bisa mentoleransi susu.

Produksi laktase menurun dari waktu ke waktu bagi sebagian orang, tergantung pada faktor genetik. Namun bagi sebagian orang lainnya, infeksi pencernaan atau peradangan usus bisa menyebabkan intoleransi laktosa sekunder.

Jika kamu merasakan kram ketika lari, cobalah cek makanan yang kamu makan sebelumnya. Jika merupakan produk susu, cobalah menghindarinya pada sesi olahraga berikutnya untuk melihat apakah ada perubahan.

Jika tidak, berarti konsumsi produk susu bukanlah penyebab kram perutmu.

9. Berhati-hati dengan minuman berenergi

Minuman berenergi didesain memiliki konsentrasi karbohidrat di dalamnya dengan jumlah ideal 5-8 persen.

Menambah jumlahnya hingga dua kali lipat atau menambahnya meski hanya sedikit bukanlah ide baik. Sebab, hal tersebut berpotensi membuat sistem pencernaan lebih lama memprosesnya.

Perut pun akan lebih lama kosong dan kemungkinan mengalami kram perut akan lebih besar.

Pastikan kamu masih mengkonsumsinya dalam porsi air dan bubuk yang ideal dan dianjurkan.

10. Cerna sebelum berolahraga

Banyak pakar merekomendasikan makan dalam waktu satu hingga empat jam sebelum lari. Meskipun kemampuan perut setiap orang berbeda.

Beberapa pelari memiliki ketahanan perut yang tinggi sehingga mereka bisa makan berat sekitar 30 menit sebelum lari. Namun beberapa orang lainnya mungkin membutuhkan waktu dua jam hanya untuk memproses makanan ringan dan buah.

Jika kamu sering mengalami kram perut ketika lari, usahakan makan tiga hingga emat jam sebelum lari.

Menyediakan cukup waktu antara makan dan lari akan memberikanmu fleksibilitas lebih untuk mengkonsumsi jenis makanan apapun selama tubuhmu memiliki waktu untuk mencernanya.

11. Hindari NSAID

Beberapa pelari mengkonsumsi obat-obatan seperti ibuprofen atay naproxen sebelun berolahraga untuk memicu lari mereka serta mencegah sakit otot. Namun, penggunaan obat-obatab anti-peradangan non steroid (NSAID) bisa meningkatkan risiko kram dan sakit perut.

Dalam jangka panjang, penggunaan NSAID bisa meningkatkan risikk hiponatremia (mencairnya level sodium pada darah), risiko kerusakan ginjal dan mempeelambat pemulihan otot.

Jadi, lebih baik menghindari obat-obatan ini kecuali atas saran dokter.

12. Mengurangi kafein

Kafein di pagi hari memang baik untuk membuat kita segar dan terjaga. Penelitian jufa menunjukkan bahwa kafein mampu meningkatkan daya tahan atlet selama berolahraga.

Namun, jika kamu mengalami kram perut setelah mengkonsumsinya, cobalah untuk tidak lagi mengkonsumsi. Kafein bisa memperburuk kerja syaraf dan gerakan sepanjang sesi lari.

13. Cek kondisi kesehatan

Jika kram perut masih terjadi meskipun kamu sudah melakukan berbagai cara, kamu mungkin perlu mengecek kondisi kesehatan dan bertanya kepada dokter.

Pada beberapa kasus, kram perut bisa menjadi indikasi intoleransi makanan, sindrom iritasi usus, atau gangguan lainnya.

Hai Guys! Berita ini ada juga di KOMPAS.com

Editor: Didik Trio
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved