Berita Tanahlaut

2019 Polres Tanahlaut Bakal Bongkar Kasus Tenggelamnya Bocah di Agrowisata Bon Sawit

Polisi akan menyelidiki kematian Nizar (7) bocah yang tenggelam saat bermain air di wahana permainan air Agrowisata Bon Sawit

2019 Polres Tanahlaut Bakal Bongkar Kasus Tenggelamnya Bocah di Agrowisata Bon Sawit
net
ilustrasi 

BANJARMASINPOST.CO.ID, PELAIHARI - Polisi akan menyelidiki kematian Nizar (7) bocah yang tenggelam saat bermain air di wahana permainan air Agrowisata Bon Sawit, Desa Tampang, Kecamatan Pelaihari, Kabupaten Tanahlaut, Provinsi Kalimantan Selatan.

Itu ditegaskan Kapolres Tanahlaut AKBP Sentot Adi Dharmawan saat menyampaikan rilis pengungkapan kasus tindak pidana selama 2018 di jajaran Polres Tanahlaut.

AKBP Sentot Adi Dharmawan, menegaskan penyelidikan kasus bocah tenggelam itu, seperti meminta hasil visum, memanggil saksi diantaranya pengelola wahana kolam renang dan pemilik wahana kolam renang Agrowisata Bon Sawit.

"Saya mengimbau agar kolam renang itu tidak dibuka untuk umum sementara. Seharus kolam renang itu punya standar pengaman bagi pengunjung karena ada pungutan retribusi," katanya.

Baca: Akhirnya Kapolres Izinkan Kolam Tirta Kenanga di Tanahlaut Dibenahi, Asal dengan Satu Syarat Ini

Baca: Live Streaming TV One Tabligh Akbar Ustadz Abdul Somad Indonesia Bertasbih Mulai Pukul 20.00 Wib

Baca: Jelang Tahun Baru 2019, Maia Estianty Unggah 9 Foto Terbaik Best Nine 2018, Semua Tentang Pria ini

Ketua DPRD Kabupaten Tanahlaut, Heryanto mengaku berduka dan prihatin atas musibah yang menimpa warga Desa Asamasam saat berenang di kolam renang Bon Sawit.

Kolam itu sebenarnya kecil dan dangkal. Cuma karena tidak ada pengawasan sehingga terjadi hal yang tidak diinginkan.

"Anak-anak itu memang panik tenggelam saat berenang," katanya.

Heryanto mengimbau agar kedepan tidak terulang peristiwa serupa, pengelola kolam renang harus melakukan pengawasan terhadap para pengunjung, terlebih pengunjung anak-anak.

Kemudian, para orangtua yang menemani anaknya berenang juga lebih ekstra pengawasan. Tidak lengah mengawasi anaknya saat berenang.

Sementara itu, Fatur, orangtua korban mengaku belum membuat laporan polisi atas peristiwa yang menimpa anaknya. Korban merupakan anak sulung dari dua bersaudara.

Kondisi anaknya sebelum berenang sangat sehat dan tidak punya riwayat penyakit seperti yang diberitakan di media sosial.

"Saya dan keluarga sudah ikhlas menerima peristiwa yang dialami anak saya itu sebagai musibah.
Kedepan, orangtua yang membawa anak berenang harus melakukan pengawasan terhadap anak sendiri," katanya. (Banjarmasinpost.co.id/ Mukhtar Wahid)

Penulis: Mukhtar Wahid
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved