Berita Kabupaten Banjar

Tiap Hari Dilintasi Seribu Orang, Tali Jembatan Gantung Putus dan Jalan Pembantanan Hancur

Kondisi jalan poros Desa Pembantan, Kecamatan Sungaitabuk, makin parah. Lubang besar kecil menghiasi hampir seluruh bentang badan jalan

Tiap Hari Dilintasi Seribu Orang, Tali Jembatan Gantung Putus dan Jalan Pembantanan Hancur
Apriani untuk Banjarmasinpost.co.id
Beginilah kondisi jalan utama di Desa Pembantanan yang dipenuhi lubang berlumpur dan jembatan gantung yang mulai rusak. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARTAPURA - Kondisi jalan poros Desa Pembantan, Kecamatan Sungaitabuk, makin parah. Lubang besar kecil menghiasi hampir seluruh bentang badan jalan sejauh ribuan meter.

Termasuk jembatan gantung setempat, konstruksinya juga mulai kurang kokoh lagi oleh gerusan waktu. Apalagi sebagian tali sayap (penguat) ada yang putus.

"Begitulah keadaan infrastruktur di Pembantanan. Kami sangat mengharapkan adanya perhatian lebih dari pemerintah untuk penanganannya," ucap Kepala Desa Pembantanan, Apriani, kemarin.

Dikatakannya, keberadaan jembatan gantung tersebut sangat vital bagi warga. Tiap hari setidaknya dilintasi seribu orang, termasuk kalangan pelajar.

Pasalnya jembatan gantung itu menghubungkan ke sejumlah fasilitas umum. Di antaranya sekolah dasar negeri, madrasah ibtidaiyah, Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), serta masjid.

Baca: Korban Tsunami Terdampar 9 Hari di Pohon Mati, Bertahan Makan Sampah Laut Hingga Ditemukan TNI AL

Baca: Klasemen & Jadwal Liga Italia Pekan 20 : Napoli vs Lazio & Juventus vs Chievo, Ronaldo Top Skor

Baca: Via Vallen Blak-blakan Soal Masa Lalunya, Bekerja Sejak Kecil Menafkahi Keluarga, Jauh Sebelum Tenar

Baca: Melawan saat Ditangkap, Agus Pun Didor Polisi, Sikat Uang Jamaah Saat Sholat di Masjid

Persoalan imfrastruktur di Pembantanan tersebut mengemuka pada rapat evaluasi Program Kampung KB di Hotel Aston, Sabtu (29/12/2018). Semua peserta rapat, termasuk Sekda Banjar H Nasrun Syah kaget ketika menyaksikan foto-foto kondisi jalan dan jembatan di Pembantanan yang ditayangkan ke lauar monitor melalui slide proyektor.

Sebagian besar menayangkan kondisi jalan poros desa yang penuh kubangan. Juga, foto-foto jembatan berkonstruksi kayu yang keadaannya reot dan berlubang-lubang.

"Mobil tak bisa menjangkau desa kami dengan kondisi jembatan seperti itu. Dampaknya begitu nyata terhadap lemahnya perekonomian warga kami karena harga barang menjadi mahal, sementara harga hasil bumi menjadi murah akibat tingginya biaya transportasi," tandas Apriani.

Pihaknya sebenarnya berinisiatif ingin memperbaiki jalan desa yang hancur tersebut. Namun Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Banjar menyatakan jika hal itu dilakukan, maka selama tiga tahun Pembantanan tidak akan mendapatkan anggaran pembenahan infrastruktur.

"Itu yang membuat kami bingung sekaligus kecewa. Lalu, bagaimana solusinya agar jalan desa kami bisa segera diperbaiki. Padahal itu statusnya jalan kabupaten," keluh Apriani.

Halaman
12
Penulis: Idda Royani
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved