Tahun Baru 2019

Ustadz Abdul Somad Singgung Botol Miras Berserakan di Aceh dalam Postingannya di Tahun Baru 2019

Ustadz Abdul Somad ternyata menyinggung soal botol miras yang berserakan di Aceh dalam postingannya saat Tahun Baru 2019.

Ustadz Abdul Somad Singgung Botol Miras Berserakan di Aceh dalam Postingannya di Tahun Baru 2019
Instagram @TVOnenews
Ustadz Abdul Somad di TVOne 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Tahun Baru 2019, Ustadz Abdul Somad memposting soal peristiwa setelah perayaan tahun baru di Aceh. Dia menyebut soal botol minumas keras (miras) yang berserakan di Aceh.

Postingan Ustadz Abdul Somad soal perayaan malam tahun baru di Aceh ini muncul di akun instagramnya, 1 Januari 2019 atau Tahun Baru 2019.

Ustadz Abdul Somad ternyata menyinggung soal botol miras yang berserakan di Aceh dalam postingannya saat Tahun Baru 2019.

Dalam postingan Ustadz Abdul Somad itu bercerita tentang perbedaan perayaan tahun baru pada 2012 lalu dengan sekarang, termasuk Tahun Baru 2019. Postingan Ustadz Abdul Somad itu diberi judul 'Zikir Daripada Orang Mabuk'.

Baca: Daftar Tipe Ponsel (HP) yang Tak Bisa Lagi Akses WhatsApp (WA) Mulai 1 Januari 2019

Baca: Pria Ini Ngaku Titisan Nabi Muhammad SAW Saat Tabligh Akbar di Malam Tahun Baru 2019, Warga Resah!

Baca: Daftar Artis Terkaya Indonesia, Sule Ungguli Syahrini & Nagita Slavina, Raffi Ahmad & Tukul Arwana?

Baca: Syahrini Disebut Menikah Tahun Ini, dengan Reino Barack? Aisyahrani Minta Jodoh Incess Dipercepat

Baca: Ayu Ting Ting dan Nagita Slavina Sudah Akur? Potret Keakraban Istri Raffi Ahmad dan Ayu Jadi Sorotan

Baca: Peristiwa Aneh di Makam Andi Seventeen, Korban Tsunami Banten Dirasakan Erix Soekamti

Baca: BMKG Ungkap Kronologi Sebenarnya Tsunami Banten (Tsunami Selat Sunda), Gunung Anak Krakatau?

Baca: Hansamu Yama Makin Dekat dengan Persebaya Surabaya untuk Liga 1 2019, Manajemen : Komunikasi Intens

Begini isi lengkap postingannya :

Zikir Daripada Orang Mabuk

1. Pagi 1 Januari 2012, 6 tahun yang lalu, botol-botol minuman berserakan, bekas anak-anak muda mabuk malam tahun baru. Sementara, Pak Walikota baru dilantik dua bulan. Tidak mungkin melarang dengan cara frontal.

2. Pak Wali bertekad, tahun depan mesti ada perubahan. 31 Desember 2013, Prof. DR. Syaikh Muhibuddin Wali pun diundang memimpin zikir. Alhamdulullah, maksiat berkurang. Inilah yang terus dilakukan hingga 31 Desember 2018 ini.

3. Dulu rasanya tak mungkin se-majlis dengan Kang Abik. Alhamdulillah, Pak Wali dan Tengku HM. Fadhil Rahmi Ketua IKAT (Ikatan Alumni Timur Tengah) Aceh mempertemukan kami dalam satu majlis keberkahan.

4. Kalau belum mampu melaksanakan ma'ruf, paling tidak jangan membiarkan kemungkaran.

Halaman
1234
Editor: Murhan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved