Berita Kotabaru

Gelombang Tinggi, Transportasi ke Pulau Sembilan Lumpuh, ini yang Paling Dikhawatirkan

Gelombang besar dengan ketinggian mencapai satu meter masih terjadi di perairan Pulau Sembilan, Kecamatan Pulau Sembilan Kotabaru

Gelombang Tinggi, Transportasi ke Pulau Sembilan Lumpuh, ini yang Paling Dikhawatirkan
banjarmasinpost.co.id/herliansyah
KM Sabuk Nusantara 55 

BANJARMASINPOST.CO.ID, KOTABARU - Gelombang besar dengan ketinggian mencapai satu meter masih terjadi di perairan Pulau Sembilan, Kecamatan Pulau Sembilan Kotabaru, dan dipastikan terus menjadi momok warga.

Mulai sepekan terakhir, masyarakat mayoritas nelayan terpaksa menghentikan aktivitas melaut akibat cuaca ekstrem berpotensi angin kencang disertai gelombang tinggi.

Cuaca ekstrem ini mengakibatkan transportasi ke Pulau Sembilan sempat lumpuh lantaran kapal tidak berani berlayar.

Bahkan dikabarkan kapal perintis sempat menunda keberangkatan ke Pulau Sembilan, begitu adanya imbauan pihak Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP), menyusul ada edaran dikeluarkan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG).

Sempat lumpuhnya transportasi ke Pulau Sembilan, terlebih kapal-kapal kecil tidak berani berlayar, menimbulkan kekhawatiran masyarakat.

Baca: Klarifikasi Ustadz Abdul Somad Soal Kabar Mendukung Jokowi-Maruf di Pilpres 2019, Meme Ini Beredar

Baca: Kalselpedia : Rumah Kreativitas Tunanetra Banua di PSBN Fajar Harapan, UPT Dinsos Provinsi Kalsel

Baca: Begini Cara Crazy Rich Asia Merawat Rumah Mewah 27 Lantai, Pekerjakan 600 Staf, Siaga 24 Jam

Baca: Kisah Perjuangan H Leman untuk Dirikan Barito Putera, Rela Tunda Operasi Demi Laskar Antasari

Baca: Jawaban Dul Jaelani yang Dijodohkan Maia Estianty dengan Aaliyah Massaid, Reaksi Irwan Mussry?

Kekhawatiran masyarakat akibat terganggunya pelayaran akan berimbas pada suplai bahan kebutuhan pokok dari ibu kota kabupaten.

"Tidak ada kapal nelayan (kapal kecil) yang berani berlayar, apalagi membawa barang-barang kebutuhan pokok," kata Badrun kepada banjarmasinpost.co.id, Rabu (2/1/2019).

Menurut Badrun, selain kapal-kapal kecil, dikhawatirkannya, imbas gelombang tinggi juga mengganggu pelayaran perintis yang sempat beberapa kali menunda.

"Sedangkan stok bahan kebutuhan dipastikan akan mulai menipis," kata Badrun.

Apalagi, tambah Badrun, sekarang ini KM Sanu 55 telah ganti rute pelayaran ke Kupang.

Halaman
12
Penulis: Herliansyah
Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved