Tsunami Terjang Pantai Anyer

Gempa dan Letusan Gunung Anak Krakatau Meningkat Lagi, Kemarin Akibatkan Tsunami Banten

Gempa dan letusan Gunung Anak Krakatau meningkat lagi intensitasnya. Sebelumnya, Gunung Anak Krakatau menyebabkan tsunami Banten (tsunami Selat Sunda)

Gempa dan Letusan Gunung Anak Krakatau Meningkat Lagi, Kemarin Akibatkan Tsunami Banten
KOMPAS/RIZA FATHONI
Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Gempa dan letusan Gunung Anak Krakatau meningkat lagi intensitasnya. Sebelumnya, Gunung Anak Krakatau menyebabkan tsunami Banten (tsunami Selat Sunda).

Aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau kembali bergeliat. Intensitas gempa dan letusan Gunung Anak Krakatau kian tinggi.

Sebelumnya, Gunung Anak Krakatau menjadi penyebab tsunami Banten dan Tsunami Lampung (tsunami Selat Sunda).

Dari data Vulcanic Activity Report (VAR) Badan Geologi, PVMBG Kementerian ESDP Pos Pantau Gunung Anak Krakatau, sejak pukul 06.00 sampai 18.00 WIB teramati adanya 27 kali gempa letusan dengan amplitudo 18-32 mm dan durasi 35-51 detik.

Baca: Kabar Gempa 8 SR Berpotensi Tsunami Jelang Kedatangan Jokowi di Lampung Beredar, Ini Kata BMKG

Baca: BMKG Ungkap Kronologi Sebenarnya Tsunami Banten (Tsunami Selat Sunda), Gunung Anak Krakatau?

Baca: Penyebab Sebenarnya Nikita Mirzani Lepas Hijab, Sempat Curhat ke Ustadz dan Irfan Hakim

Baca: Ada Suster Ngesot? Penampakan Aneh di Rumah Sule Diungkap Rizky Febian dan Putri Delina

Baca: Maia Estianty Jodohkan Dul Jaelani dengan Aliyah Massaid, Putri Adjie Massaid dan Reza Artamevia

Juga teramati adanya gempa tremor menerus (microtremor) dengan amplitude 1-15 mm (dominan 8 mm).

Ada asap berwarna putih dan kelabu dengan intensitas sedang dan tinggi mencapai 200 sampai 1.500 meter.

“Untuk status Gunung Anak Krakatau masih pada level III Siaga. Pengunjung dan nelayan dilarang mendekati Gunung Anak Krakatau dalam radius jarak 5 kilometer,” terang Suwarno, petugas Pos Pantau Gunung Anak Krakatau, Selasa, 1 Januari 2019.

Aktivitas Gunung Anak Krakatau yang teramati dari pesisir Desa Kunjir dan Way Muli menjadi daya tarik tersendiri bagi warga yang datang.

Sebagian masyarakat terlihat mengabadikan aktivitas Gunung Anak Krakatau yang menyemburkan asap dengan menggunakan kamera ponsel.

“Kemarin aktivitasnya agak tenang. Tapi hari ini kembali terlihat adanya asap dari kawah yang membumbung tinggi,” kata Asep, relawan di Desa Way Muli.

Halaman
123
Editor: Murhan
Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved