Kuliner
Harga Daging Ayam Potong Masih Tinggi, Pengusaha Kuliner Tetap Pertahankan Rasa
Informasi tersebut berdasar dari pusat informasi harga pangan strategis nasional pada 31 Desember 2018 tadi.
Penulis: Nia Kurniawan | Editor: Eka Dinayanti
BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Harga sejumlah komoditas pokok di awal tahun 2019 ini terbilang masih tinggi.
Di Banjarmasin, harga daging ayam potong misalnya masih cukup tinggi yakni Rp 45 ribu per kilogram.
Informasi tersebut berdasar dari pusat informasi harga pangan strategis nasional pada 31 Desember 2018 tadi.
Terkini, untuk harga komoditi ini diakui masih tinggi.
Situasi ini membuat pengusaha yang bergerak dalam bidang kuliner baik restoran maupun katering putar otak di tengah tuntutan harus tetap mempertahankan kualitas jualannya.
Baca: Klarifikasi Ustadz Abdul Somad Soal Kabar Mendukung Jokowi-Maruf di Pilpres 2019, Meme Ini Beredar
Baca: Kalselpedia : Rumah Kreativitas Tunanetra Banua di PSBN Fajar Harapan, UPT Dinsos Provinsi Kalsel
Baca: Cantik Sejak Lahir, 17 Tahun Kemudian Putri Pesebakbola ini Dinobatkan sebagai Wanita Tercantik
Baca: Jadwal Puasa Sunah dan Wajib di 2019, Jadikan Resolusi Tahun Baru 2019 Lebih Banyak Beribadah
Baca: Jawaban Dul Jaelani yang Dijodohkan Maia Estianty dengan Aaliyah Massaid, Reaksi Irwan Mussry?
Salahsatunya yang tetap kuat mempertahankan cita rasa adalah Gepreksay by Shandy Aulia.
Usaha kuliner berlokasi di Jalan Perdagangan Ruko 7 no 2, sekitar 100 meter dari Bunderan Kayutangi ini fokus di ayam geprek dengan enam pilihan sambal pedas.
"Harga ayam turun naik, kami tetap dan harus mempertahankan kualitas meski mengurangi untung. Kebutuhan satu bulan 4.000 sampai 5.000 potong," ucap owner Gepreksay by Shandy Aulia, Herris salim.
(banjarmasinpost.co.id/niakurniawan)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banjarmasin/foto/bank/originals/kuliner-hits-di-banjarmasin-gepreksay-by-shandy-aulia-juga-digemari-artis.jpg)