Berita Tabalong

KPH Tabalong Rencanakan Penambahan Regu Masyarakat Peduli Api, Vital Mengatasi Kebakaran

Mengingat peran dari MPA ini maka Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Tabalong, berencana tahun ini akan menambah MPA lagi.

KPH Tabalong Rencanakan Penambahan Regu Masyarakat Peduli Api, Vital Mengatasi Kebakaran
HO/KPH Tabalong
Simulasi pemadaman kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) petugas KPH Tabalong 

BANJARMASINPOST.CO.ID, TANJUNG - Keberadaan Masyarakat Peduli Api (MPA) menjadi salah satu ujung tombak dalam pengendalian kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Saat ini di Tabalong sudah ada dibentuk delapan MPA dengan personil masing-masing sebanyak 15 orang.

Mengingat peran dari MPA ini maka Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Tabalong, berencana tahun ini akan menambah MPA lagi.

Kasi Perlindungan Hutan KPH Tabalong, Zainal Abidin, Rabu (2/1/2019), mengatakan, peran MPA cukup vital dalam melakukan penanggulangan, pengendalian dan pencegahan terjadinya karhutla.

"Mereka bisa melakukan pemadaman, pencegahan, pengendalian dan juga penyuluhan di lapangan, jadi sangat efektif," katanya.

Baca: Jawaban Dul Jaelani yang Dijodohkan Maia Estianty dengan Aaliyah Massaid, Reaksi Irwan Mussry?

Baca: Penampakan Nagita Slavina Tertidur Diposting Raffi Ahmad, Sebut Mirip Tokoh di Kungfu Hustle

Untuk itulah melalui dana APBD Provinsi Kalsel, pihaknya berencana akan menambah lagi satu regu MPA di Tabalong dari yang sudah ada

Selain itu, adanya perusahaan yang konsensiny di wilayah hutan diharapkan juga bisa memberikan kontribusi untuk bisa membentuk MPA menggunakan dana CSR yang ada di masing-masing perusahaan.

"Kita harapkan perusahaan ini bisa memfasilitasi pembentukan MPA di masyarakat sekitar perusahaan," katanya.

Selain akan menambah regu MPA, agar kemampuan personil mengalami peningkatan maka pelatihan juga rutin diberikan.

Terbaru KPH Tabalong memberikan pelatihan terhadap 50 personil MPA pada Desember 2018 tadi.

Materi pelatihan yang diberikan berupa teori dan juga praktek lapangan terkait dasar-dasar penanganan karhutla, termasuk bagaimana cara menggunakan aplikasi pemantau hotspot.

"Kita juga berikan simulasi kebakaran, supaya bisa mengetahui bagaimana kemampuan dari personil MPA," katanya.

Dengan pelatihan yang dilakukan jauh hari sebelum tibanya musim kemarau ini maka diharapkan personil benar-benar sudah siap.

"Walaupun saat ini musim penghujan, pelatihan tetap kita berikan. Ini supaya nanti pas musim kemarau mereka sudah siap untuk lakukan tindakan, baik preventif maupun pemadaman," pungkasnya. (banjarmasinpost.co.id/dony usman)

Penulis: Dony Usman
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved