Berita Kalteng

Lakalantas di Kalteng 2018 Mencapai 756 Kasus, Sebagian Besar Karena Jalan Rusak dan Masalah Alam

Diraktorat Lalulintas Polda Kalteng melakukan pendataan terhadap jumlah kecelakaan lalulintas yang terjadi dalam tahun 2018

Lakalantas di Kalteng 2018 Mencapai 756 Kasus, Sebagian Besar Karena Jalan Rusak dan Masalah Alam
Banjarmasinpost.co.id/Faturahman
Petugas kepolisian saat melakukan apel jelang patroli di lapangan. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, PALANGKARAYA - Diraktorat Lalulintas Polda Kalteng melakukan pendataan terhadap jumlah kecelakaan lalulintas yang terjadi dalam tahun 2018, tercatat jumlah lakalantas mencapai 756 kasus se Kalteng.

Angka kecelakaan lalulintas tahun 2018 di Provinsi Kalimantan Tengah terbilang masih tinggi, apalagi sebanyak 677 kasus kecelakaan yang terjadi, dikarenakan beberapa sebab diantaranya faktor kerusakan jalan, masalah alam dan kelalaian pengendara.

Beberapa pengendara mengeluhkan banyaknya lubang jalan beraspal yang masih terdeteksi pada jalur trans kalimantan, maupun jalur objek wisata yang ada di Kalteng, sehingga kerap kerusakan jalan tersebut yang mengakibatkan kecelakaan.

Demikian juga dengan masih maraknya beroperasi truk pengangkut hasil kelapa sawit baik berupa tandan buah segar maupun crude palm oil yang melewai jalan umum sehingga mengakibatkan jalan rusak serta makin maraknya kecelakaan antara truk pengngkut sawit dengan kendaraan warga.

Baca: Jadwal Piala AFF U-22 2019 : Timnas U-22 Indonesia vs Myanmar di Laga Pertama, Timnas Belum Dibentuk

Baca: Jadwal Piala AFF U-22 2019, Timnas U-22 Indonesia Diadang Malaysia, Indra Sjafri Belum Bentuk Tim

Baca: Ikhsan Cium Tangan Sang Ibu Usai Dilantik Jadi Wakil Rakyat di DPRD Kota Banjarmasin, Ini Janjinya

Salah satu faktor penyebab kerusakan jalan terutama akibat masih banyaknya spot-spot jalan berlubang sehingga kendaraan yang melaju dengan kecepatan tinggi tak bisa menghindar ketika berpapasan dengan kendaraan lain ketika menghindari jalan berlubang.

Dirlantas Polda Kalteng, Kombes Pol Aries Syahbudin, mengakui, salah satu penyebab terjadinya kecelakaan adalah akibat faktor jalan yang berlubang, licin atau berkelok akibat banyak tikungan yang tajam serta kecepatan pengendara yang tak terkontrol.

Kadis PUPR Kalteng, Salahuddin, mengakui, hingga saat ini masih banyak jalan di Kalteng yang mengalami kerusakan sehingga secara bertahap dilakukan perbaiakan."Kami terus melakukan pemeliharaan jalan tersebut secara bertahap, untuk kenyamanan pengguna," ujarnya.

Bikin Takut Pembalap Liar

DALAM Meminimalisir angka kecelakaan lalulintas Polda Kalteng melalui Direktorat Lalulintas terus melakukan upaya penekanan angka kecelakaan, salah satunya dengan menertibkan para pembalab liar atau Balap Liar (Bali).

Saat malam pergantian tahun di Palangkaraya, tidak tampak adanya aksi balap liar di beberapa titik yang selama ini menjadi konsentrasi pemuda yang sering kumpul-kumpul dengan kendaraan sepeda motor mereka.

Direktur Lalulintas Polda Kalteng, Kombes Pol Aries Syahbudin, mengatakan, pihaknya sudah melakukan antisipasi terkait balapan liar selama menejang malam pergantian tahun salah satunya dengan menempatkan mobil patroli polisi di lokasi yang jadi titik balapan liar.

"Lampu mobil polisi yang kerlap-kerlip , kami tempatkan di titik-titik yang selama ini jadi tempat balapan liar anak muda tersebut , sehingga, ketika ada mobil polisi mereka takut untuk beraksi balapan liar , makanya malam pergantian tahun Palangkaraya tidak ada aksi balapan liar," ujarnya.
(banjarmasinpost.co.id/faturahman)

Penulis: Fathurahman
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved