Berita Kabupaten Banjar

Pengunjung Objek Wisata di Aranio Membludak, Infrastruktur Pariwisata Perlu Ditambah

Pengunjung sejak pagi hingga sore terus berdatangan silih berganti seperti di Matangkaladan Desa Tiwingan Aranio Kabupaten Banjar.

Penulis: | Editor: Elpianur Achmad
banjarmasinpost.co.id/hasby suhaili
Pengunjung tempat wisat di Aranio Kabupaten Banjar 

BANJARMASINPOST.CO.ID. MARTAPURA -- Pengunjung di beberapa obyek wisata di Kabupaten Banjar membludak saat libur tahun baru, Selasa (1/1/2019), pada Rabu (2/1/2019) wisatawan lokal dan mancanegara masih memadati obyek wisata.

Pengunjung sejak pagi hingga sore terus berdatangan silih berganti seperti di Matangkaladan Desa Tiwingan Aranio Kabupaten Banjar.

Seorang wisatawan, Ade Hermawan mengatakan, mengunjungi obyek wisata di Matangkaladan karena tergolong murah. Harga tiket masuk hanya Rp 3.000, kemudian parkir kendaraan untuk sepeda motor Rp 5 ribu dan kendaraan roda empat sebesar Rp 10 ribu.

"Mengunjungi obyek wisata Matang Kaladan atau mulai dikenal dengan sebutan Raja Lima di Kabupaten Banjar. Kemudian naik ojek untuk sampai ke puncaknya biasa antara 10 menit sampai 15 menit, kalau jalan kaki memakan waktu 30 menitan," katanya, Rabu (2/1/2019).

Baca: Penampakan Nagita Slavina Tertidur Diposting Raffi Ahmad, Sebut Mirip Tokoh di Kungfu Hustle

Baca: Sedang Tren Diet Air Putih, Ternyata ini Bahayanya Bila Dilakukan dalam Jangka Panjang

Meningkatnya pengunjung membuat pendapatan ojek di Matang Kaladan meningkat. Seorang pengojek mengaku bernama Amat mengatakan, pada liburan tahun baru mengantarkan penumpang ke puncak dalam sehari antara 10 orang sampai 15 orang.

“Bersyukur ramai pengunjung di Matang Kaladan, penghasilan dari menarik ojek juga lumayan. Tentunya lebih banyak dibanding hari biasa,” katanya.

Hal senada diungkapkan penarik ojek di Matang Kaladan, Fazeri. Pendapatan dari hasil menarik ojek dari bawah Matang Kaladan ke puncak untuk bisa melihat keindahan alam dari bukit Matang Kaladan lebih banyak dibanding hari biasa, sekali perjalanan penumpang dikenakan biaya Rp 20 ribu.

Hanya saja, karena membludaknya pengunjung tidak area parkir untuk kendaraan roda empat sudah penuh terisi, sedangkan pengunjung tidak diperkenankan pengelola PLTA Riam Kanan untuk memarkir di lahan kosong tersebut.

Camat Aranio, Taufikkurahman mengatakan, pengunjung di obyek wisata yang ada di Kecamatan Aranio pada pergantian tahun kali ini lebih banyak dibanding tahun lalu.

Tempat parkir tidak mencukupi, seperto ke obyek wisata danah Riamkanan, Matang Kaladan.

“Tempat parkir tidak mencukupi sehingga banyak pengunjung kembali. Pengunjung membludam kemungkinan mereka tidak ke pantai karena cuaca yang bahaya bagi keamanan sehingga mereka mencari tempat rekreasi yang aman, seperti yang ada di Kecamatan Aranio Kabupaten Banjar ini,” katanya.

Baca: Bagikan Foto Pernikahan Aura Kasih dan Eryck Amaral, Moammar Emka Sebut Soal Sunatan

Baca: Peristiwa Aneh di Makam Andi Seventeen, Korban Tsunami Banten Dirasakan Erix Soekamti

Dia mengharapkan, kedepan perlu memikirkan areal parkir yang memadai, agar memberikan kenyamanan kepada wisatawan. Pengelola atau penanggung jawab PLTA Riam Kanan bisa meminjamkan lahan atau tanahnya untuk dijadikan parkir bagi pengunjung.

Sekretaris Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, Aidi Hikmatullah mengatakan, kedepan agar ada peluang pembangunan infrastruktur pendukung kepariwisataan, salah satunya area parkir pengunjung di lokasi kawasan hutan seperti di Kecamatan Aranio tersebut. (Banjarmasinpost.co.id/Hasby)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved