Tsunami Terjang Pantai Anyer

PVMBG Sebut Gunung Anak Krakatau Meletus 51 Kali Usai BMKG Sebut Tsunami Banten dan Lampung Susulan

PVMBG Sebut Gunung Anak Krakatau Meletus 51 Kali Usai BMKG Sebut Tsunami Banten dan Lampung Susulan

PVMBG Sebut Gunung Anak Krakatau Meletus 51 Kali Usai BMKG Sebut Tsunami Banten dan Lampung Susulan
Istimewa/tribunnews.com
Status Gunung Anak Krakatau meningkat jadi level III (siaga) hari ini, Kamis (27/12/2018), terdengar suara dentuman beberapa kali. 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Imbauan diungkapkan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG)  usai temuan 2 retakan di Gunung Anak Krakatau karena khawatir terjadinya tsunami Banten dan Lampung susulan. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi atau PVMBG membagikan kondisi terbaru aktivitas Gunung Anak Krakatau per 1-2 Januari 2019

Kepala BMKG Dwikorita Karnawati menyebut retakan muncul setelah Gunung Anak Krakatau mengalami penyusutan. Dari sebelumnya setinggi 338 meter di atas permukaan laut (mdpl), kini gunung yang diduga jadi penyebab tsunami banten dan lampung itu menyusut menjadi 110 mdpl.

Mengutip dari Kompas.com, informasi temuan retakan di Gunung Anak Krakatau dan potensi tsunami banten dan lampung susulan tersebut disampaikan Dwikorita di Posko Terpadu Tsunami Selat Sunda, Labuan, Kabupaten Pandeglang, Selasa (1/1/2019).

"Pantauan terbaru kami lewat udara, gunung sudah landai, asap mengepul dari bawah air laut. Tapi di badan gunung yang tersisa di permukaan, ada celah yang mengepul terus mengeluarkan asap, celah itu pastinya dalam, bukan celah biasa," kata Dwikorita, mengutip sumber yang sama.\

Baca: Ada 2 Retakan Baru di Gunung Anak Krakatau, BMKG Khawatir Potensi Tsunami Banten dan Lampung Susulan

Baca: Sikap Billy Syahputra ke Uta Syahputra Usai Video Tukang Parkir Viral dan Ditawari Kerja Kriss Hatta

Baca: Ezra Walian Enggan Gabung, Ini Daftar Terbaru Pemain Buruan Persib Bandung di Liga 1 2019

Baca: Sinyal Hansamu Yama untuk Segera Gabung Persebaya Surabaya, Sebut Andik Vermansyah dan Evan Dimas

Baca: Alasan Uta Syahputra Jadi Tukang Parkir Terungkap Usai Video Adik Billy Syahputra itu Viral

Dwikorita menyebutkan terjadi retakan baru dalam satu garis lurus di satu sisi badan Gunung Anak Krakatau yang diduga akibat getaran tinggi saat terjadi erupsi.

Adanya retakan tersebut dikhawatirkan kembali menyebabkan longsor yang dapat berdampak tsunami.

"Yang kami khawatirkan di bawah laut curam, di atas landai. Jika retakan tersambung, lalu ada getaran, ini bisa terdorong, dan bisa roboh (longsor)," ujar dia.

Penampakan Erupsi Gunung Anak Krakatau
Penampakan Erupsi Gunung Anak Krakatau (Instagram @didikh017 via Twitter Sutopo Purwo Nugroho)

Bagian badan gunung yang diduga akan longsor karena retakan tersebut, bervolume 67 juta kubik dengan panjang sekitar 1 kilometer.

Volume tersebut lebih kecil dari longsoran yang menyebabkan tsunami pada 22 Desember 2018 lalu, yakni sekitar 90 juta kibik.

"Jika ada potensi tsunami, tentu harapannya tidak seperti yang kemarin, namun kami meminta masyarakat untuk waspada saat berada di zona 500 meter di sekitar pantai," kata dia.

Halaman
1234
Editor: Rendy Nicko
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved