Berita Regional

Longsor Cisolok Sukabumi, Cindy Melihat 12 Keluarga Terkubur, Korban Meninggal Capai 19 Orang

Bocah perempuan berusia 8 tahun itu kehilangan 12 orang anggota keluarga termasuk Yamih (27), ibunya akbiat musibah tanah longsor Cisolok Sukabumi.

Longsor Cisolok Sukabumi, Cindy Melihat 12 Keluarga Terkubur, Korban Meninggal Capai 19 Orang
Tribun Jabar/Ferri Amiril Mukminin
Tim SAR gabungan melakukan evakuasi korban longsor di Cisolok, Kabupaten Sukabumi, Selasa (1/1/2019). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, SUKABUMI - Wajah Cindy Putri terlihat muram dan bersedih. Cindy terlihat mengalami trauma mendalam dari kejadian tragis, longsor di Kampung Cimapag, Desa Sirnaresmi, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.

Bocah perempuan berusia 8 tahun itu kehilangan 12 orang anggota keluarga termasuk Yamih (27), ibunya. Ayahnya menderita luka berat, kakinya patah tertimpa reruntuhan bangunan akibat longsor.

Cindy memang lebih banyak terdiam seperti tak punya semangat menjalani hari. Kepada kerabat dekatnya Cindy bercerita, ketika bencana longsor menerjang kampung, ia sedang dalam perjalanan untuk pergi mengaji, kegiatan rutin setiap sore.

"Kasihan, ia kini seperti mengalami trauma yang mendalam,” kata Unasih (40), kerabat Cindy saat ditemui Rabu (2/1/2018).

Unasih mengatakan, Cindy langsung menangis sedih menyaksikan rumahnya hilang tertimbun tanah. "Malam terus menangis, mencari ibunya, sebanyak 12 keluarganya menjadi korban longsor," kata Unasih.

Baca: Lonsor Cisolok Sukabumi, 19 Tewas, 3 Korban Ditemukan Rabu Pagi, Ini Fakta-fakta Peristiwanya

Baca: Temuan Mencurigakan di Akun Facebook RA Pasca Pengakuan Diperkosa 4 Kali oleh Pejabat BPJS

Baca: Respons Billy Syahputra Atas Video Viral Adiknya Uta Syahputra Kala Liburan Bareng Hilda Vitria

Baca: Respons Maia Estianty Tentang Karma yang Sedang Bersama Irwan Mussry Al El Dul, Sindir Ahmad Dhani?

Ia mengatakan, enam orang lagi keluarganya masih hilang, hingga berita ini ditulis, tubuh keluarganya belum ditemukan. Kini dari keluarganya hanya tinggal bapaknya, namun masih menjalani perawatan karena tulang pahanya patah.

Mendengar cerita Unasih, rasa haru dirasakan Bupati Sukabumi H Marwan Hamami. Unasih berkesempatan bertemu dengan Bupati tak jauh dari lokasi posko, Rabu (2/1). Bupati lalu memberikan santunan kepada keluarga korban. "Nanti kami akan dampingi secara psikologi agar traumanya hilang," kata Marwan.

Ia berjanji baik dari pemerintah daerah atau masyarakat memperhatikan anak-anak dari keluarganya yang sudah menjadi korban. "Secara pribadi saya akan mencermati terutama bagi pendidikan anak ini yang keluarganya memang sudah tidak ada lagi," kata bupati.

Tak hanya keluarga Cindy, harapan juga terlihat dari keluarga lainnya yang kembali mendatangi posko menanti keluarganya ditemukan. Seperti yang terlihat di wajah seorang pria lanjut usia yang belakangan diketahui bernama Syamsuri (70).

Menjelang petang, ia melangkah lemas bersama sang istri untuk pulang ke rumah saudaranya. "Anak saya belum ditemukan," ujarnya sambil menggendong sebuah karung berwarna putih.

Sang istri yang menemani langkahnya hanya mengucurkan air mata. Keduanya berharap anaknya segera ditemukan. "Kalau suaminya sudah ditemukan di halaman masjid," katanya.

Baca: Bukan Messi dan Ronaldo, Ternyata Striker Tak Kenal Ini Jadi Top Scorer 2018, Lihat Jumlah golnya

Baca: Siaran langsung RCTI , Manchester City Vs Liverpool, Jurus Pamungkas Guardiola Redam The Reds

Baca: Cerita Perangkai Bunga di Makam Sultan Suriansyah, Berbagi Rezeki Sehari Bawa Pulang Rp 50 Ribu

Baca: Juventus Makin Sulit Dibendung, Italia Butuh Lionel Messi untuk Hentikan Cristiano Ronaldo

Syamsuri mengatakan, anaknya yang belum ditemukan sempat mengeluh sakit kepala sepulang dari ladang. Ia meminta dibelikan obat sakit kepala dan menyuruh anaknya ke warung.

"Cucu saya bilang seperti itu, ia mengeluh sakit kepala lalu berbaring sambil berselimut," kata Syamsuri mengutip cerita cucunya.

Tim SAR terus mencari korban longsor. Hingga kemarin, jumlah korban meninggal mencapai 19 orang. Terdapat 32 kepala keluarga (KK) atau 107 jiwa terdampak longsor.

"Hari ini tim kembali mencari korban tertimbun. Berhasil ditemukan tiga orang tapi belum bisa teridentifikasi identitasnya," ujar Kepala Humas Kantor SAR Bandung, Joshua Banjarnahor, via pesan elektroniknya. (tribun jabar/fam/tribunnewsbogor.com/uzy)

Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved