Berita Kabupaten Banjar

Perselisihan Industrial PD Pasar Terkait Pergantian Direksi, Ini kata Kepala PD Pasar

Kembali dirinya menegaskan bahwa semua sudah diselesaikan dan diputuskan oleh pengadilan dan leading sektornya ada di bidang hukum.

Perselisihan Industrial PD Pasar Terkait Pergantian Direksi, Ini kata Kepala PD Pasar
Banjarmasinpost.co.id/hasby suhaili
Bupati Banjar, H Khalilurrahman melantik Rusdiansyah sebagai Direktur PD Pasar Bauntung Batuah 

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARTPURA — Tercatat sepanjang 2018, Bidang Hubungan Industrial Disnakertrans Kabupaten Banjar menangani tujuh kasus, salah satunya adalah PD Pasar Bauntung Batuah. Pada perusahaan daerah itu ada perselisihan hubungan industrial terkait pergantian direksi.

Kepala PD Pasar Bauntung Batuah Kabupaten Banjar, M Rusliansyah ketika dikonfirmasi mengatakan, terkait permasalahan pergantian direksi dan semua sudah diselesaikan melalui jalur putusan pengadilan. Kembali dirinya menegaskan bahwa semua sudah diselesaikan dan diputuskan oleh pengadilan dan leading sektornya ada di bidang hukum.

“Ini masalah direksi lalu. Kalau masalah pergantian direksi mohon maaf tidak berani komentar karena semua kewenangan lain di PD Pasar,” singkatnya, Kamis (3/1).

Terpisah, Direktur Utama PT Banjar Intan Mandiri (BIM), Ahmad Yahni mengatakan, pihaknya di 2019 ini sedang mengupayakan membayarkan gaji karyawan, mengingat sepanjang 2018 karyawan perusahaan daerah yang bergerak sektor pertambangan batu bara itu belum menerima gaji beberapa bulan lamanya. Namun semua akan dirapatkan lebih dulu dengan jajaran komisaris.

Baca: Sosok Asli Irwan Mussry Dibocorkan Maia Estianty Saat Liburan Bareng Al El Dul, Bikin Jatuh Cinta

“Tentu kami akan berusaha agar karyawan PT BIM di 2019 ini bisa menerima gaji, karena bagaimanapun gaji adalah menjadi hak mereka,” ucap Ahmad Yahni.

Karyawan PT Banjar Intan Mandiri (BIM) tidak menerima gaji sejak November 2017 lalu hingga sekarang. Meski demikian, total karyawan PT BIM sebanyak 19 orang termasuk direksi tetap bekerja seperti biasa.

Dia mengakui, semua karyawan termasuk direksi memang tidak mendapat gaji dan semua memahami kondisi perusahaan bahwa ada kewajiban khusus dengan Kementerian ESDM yakni membayar jaminan reklamasi.

Pihaknya menyadari karena tidak memberikan gaji, maka memberikan kebebasan setelah tengah hari jika ada kesibukan lainnya. Ahmad Yahni optimistis, karena PT BIM mempunyai PKP2B maka dengan dua kali pengirima batu bara sudah bisa menutupi hutang gaji kepada karyawannya.

Diprediksinya dalam satu bulan PT BIM produksi batu bara sekitar 10 ribu matrix ton. Terlebih harga batu bara saat sekarang ini lagi bagus, maka tidaklah masalah membayar gaji karyawan yang besarannya menyesuaikan sebagai perusahaan daerah.

Baca: Sepanjang 2018 Ada Tujuh Kasus Hubungan Industrial di Banjar, Begini Cara Penyelesaiannya

Ahmad Yahni menjelaskan, saat ini PT BIM tetap menjalankan aktifitasnya, sudah memiliki mitra yang tugasnya ada membebaskan lahan dan ada ekplorasi. Kembali ditegaskannya, tinggal membayar jaminan reklamasi sebesar Rp 11 miliar dan sudah meminta keringanan dengan Kementerian ESDM agar pembayaran bisa dilakukan bertahap yang mana nantinya dibantu oleh mitra kerja yakni PT Prima Sumberdaya Investasi, PT Berkat Bara Persada.

Kepala Seksi Hubungan Industrial Disnakertrans Kabupaten Banjar, Wahyudin mengatakan, pihaknya bukanlah tutup mata atas permasalahan yang dihadapi karyawan PT BIM tersebut. Walau merupakan perusahaan daerah Kabupaten Banjar, tetapi locus delicti atau lokasi kantor PT BIM tersebut beralamat di Banjarbaru, maka menjadi kewenangan disnakertrans Banjarbaru.

“Locus atau wilayahnya bukan di Kabupaten Banjar, tetapi di Banjarbaru sehingga bukan menjadi kewenangan disnakertrans Kabupaten Banjar. Samahalnya dengan karyawan PDAM Intan Banjar, walau juga menjadi perusahaan daerah Kabupaten Banjar tetapi lokasinya di Banjarbaru,” jelasnya. (Banjarmasinpost.co.id/Hasby)

Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved