Melihat Seputar Piduduk Banjar

Piduduk, Ternyata Jadi Alat Barter Tradisional Orang Banjar Bahari, Wajib Ada di Ritual Adat Banjar

Isi piduduk biasanya ada beberapa macam benda, umumnya adalah beras, gula merah, benang, jarum, telur dan kelapa tua.

Piduduk, Ternyata Jadi Alat Barter Tradisional Orang Banjar Bahari, Wajib Ada di Ritual Adat Banjar
banjarmasinpost.co.id/yayu fathilal
Piduduk olahan Gusti Halimah. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Isi piduduk biasanya ada beberapa macam benda, umumnya adalah beras, gula merah, benang, jarum, telur dan kelapa tua.

Namun, bisa juga ditambah lagi jika dirasa kurang lengkap.

Bisa ditambahkan dengan uang baik kertas atau koin walau hanya sedikit.

Budayawan Banjar Mukhlis Maman, piduduk berarti mahar, alat pembayaran atau alat barter.

Baca: Serba-serbi Adat Banjar, Piduduk Tak Lengkap Acara Bisa Kacau, Ada yang Kesurupan

Mengapa ada tradisi piduduk di masyarakat Banjar, menurutnya ini karena orang Banjar di masa lalu mengenal alat pembayaran berupa barang.

Di masa sekarang, piduduk bisa saja diganti dengan uang, namun pada kenyataannya membuat piduduk seakan sudah menjadi tradisi dalam adat orang Banjar.

Baca: Piduduk Biasa Dipakai di Acara Ritual Adat Banjar, Tujuannya Sebagai Simbol Tolak Bala

“Di masa lalu, orang Banjar belum mengenal uang sebagai alat pembayaran, jadi untuk membayar memakai barang. Uang baru dikenal rakyat Indonesia, khususnya lagi di Banjar sejak Belanda datang ke sini,” jelasnya.

Mengapa isi piduduk adalah benda-benda seperti yang disebutkan di atas? Karena memang kebiasaan orang banjar zaman dulu membayar seseorang dengan itu selain karena beberapa isinya bisa dimakan dan untuk keperluan sehari-hari.

Baca: Tahun Baru 2019, Gusti Halimah Membuang Piduduk ke Sungai, Isinya dari Jarum Hingga Uang Rp 5.000

Selain itu, ada simbol-simbol terkandung di baliknya, seperti benang dan jarum sebagai lambang keeratan persaudaraan antarsesama manusia.

Dalam adat Banjar, biasanya piduduk dibuat jika ada pelaksanaan ritual adat, dibuat oleh penampil di acara itu.

Piduduk biasanya diberikan ke pelaksana acara sebagai ungkapan terima kasih.

Baca: Piduduk Sebagai Syarat Ritual Adat Banjar, Jika Kurang Lengkap Diyakini ini yang Bakal Terjadi

“Sekarang, piduduk dijadikan bagian dari ritual acara seakan-akan itu sebuah keharusan atau wajib. Padahal di masa lalu, itu hanya sebagai alat pembayaran atau barter,” katanya. (banjarmasinpost.co.id/yayu fathilal)

Penulis: Yayu Fathilal
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved