Berita Banjarmasin

Elpiji Langka di Batola, Sekretaris Hiswana Migas Sebut Faktor ini Menjadi Salah Satu Kendala

Sekretaris Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas Bumi (Hiswana Migas) Provinsi Kalsel, Irfani, saat dikonfirmasi menjelaskan kasus kekurangan

Elpiji Langka di Batola, Sekretaris Hiswana Migas Sebut Faktor ini Menjadi Salah Satu Kendala
BPost Cetak
Blitz edisi cetak Jumat (4/1/2019) 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Sekretaris Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas Bumi (Hiswana Migas) Provinsi Kalsel, Irfani, saat dikonfirmasi menjelaskan kasus kekurangan gas elpiji di desa-desa di Kabupaten Batola itu mirip di Kotabaru.

“Daerah-daerah pelosok di Kotabaru ada yang jauh dijangkau. Nah, di Desa Tabukan Raya ke depannya perlu ditambah pangkalannya sehingga warga tak lagi kekurangan elpiji,” kataya.

Ditambahkannya, masalah angkutan elpiji subsidi kadang akan terkendala saat sebuah daerah itu jauh dari kota.

Pemkab Batola melalui dinas perindustrian dan perdagangan diharapkan, untuk segera mengirim surat ke PT Pertamina untuk minta tambahan elpiji subsidi.

Baca: KalselPedia - Tanjung Bersinar Park di Tabalong, Ruang Terbuka Hijau yang Islami, Ada Foto-fotonya

Baca: Terungkap! Harga Shirt Maia Estianty saat Tahun Baru di Bali Bareng Irwan Mussry, Wow Seharga Motor!

Baca: Mantan Istri Aming, Evelin Nada Anjani Gaet Artis Malaysia Adik Miller Khan, Lihat Buktinya di Sini

Baca: Catat, ini Syarat-syarat yang Diperlukan untuk Pemberkasan, Jangan Ada yang Ketinggalan

“Memang di Batola itu itu disuplai elpiji. Tapi kita tidak tahu kuota di masing-masing desa,” katanya.

Pemkab Batola, sambungnya, diharapkan segera mendata desa-desa atau kecamatan mana saja yang selalu kekurangan elpiji subsidi.

Nah, laporan kekurangan elpiji dari Pemkab Batola itu disampaikan ke PT Pertamina.

“Saya barusan cek ke agen, kalau harga elpiji Batola agak mahal yakni dari Rp 25 ribu sampai Rp 30 ribu,” katanya.

Ketua Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas Bumi (Hiswana Migas) Provinsi Kalsel, Syaibani menambahkan suplai elpiji ke 11 kabupaten kota di provinsi ini cukup dan aman sepanjang tidak ada penyelewengan atau pergeseran pemakaian ke orang mampu.

“Kita menambah suplai untuk Kalsel setiap hari itu 4 sampai 6 persen. Tak mungkin langka,” kata Syaibani.

Menurutnya, Hiswana Migas Kalsel menyuplai 350 ton per hari untuk elpiji 3 kg, 5,5 kg dan 12 kg untuk keperluan Kalsel.

Nah perinciannya, untuk suplai se-Kalsel per hari untuk elpiji subsidi itu sebanyak 250 ton per hari dan 100 ton per hatti untuk elpiji 12 kg dan 5,5 kg.

Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved