Berita Kalteng

Tabung Gas Elpiji Tiga Kilogram Tembus Rp40 Ribu, Warga Terpaksa Antre saat Beli di Pangkalan

Penjualan gas elpiji bersubsidi tiga kilogram di pasaran dalam beberapa hari terakhir melambung hingga Rp40 ribu pertabung.

Tabung Gas Elpiji Tiga Kilogram Tembus Rp40 Ribu, Warga Terpaksa Antre saat Beli di Pangkalan
dokumen bpost
Gas Elpiji.Kapolres Palangkaraya, AKBP Timbul RK Siregar, saat memantau agen Elpiji di Jalan Rajawali Palangkaraya, beberapa waktu lalu. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, PALANGKARAYA - Penjualan gas elpiji bersubsidi tiga kilogram di pasaran dalam beberapa hari terakhir melambung hingga Rp40 ribu pertabung. Padahal harga normal hanya Rp17.500.

Melambungnya harga gas elpiji tiga kilogram tersebut akibat pasokan di pengecer langka, sehingga jika ada pengecer yang menjual gas elpiji bersubsidi tersebut harganya berkisar antara Rp37.000 hingga Rp40.000.

Kondisi ini membuat pusing Nanda Sari, ibu rumah tangga yang tinggal di Komplek Panarung Palangkaraya, resah, sehingga memutuskan membeli gas elpiji non subsidi, karena sulit mendapatkan gas epiji bersubsidi tersebut.

Nanda, selama ini dalam melakukan kegiatan masak- menasak di dapur mengandalkan gas elpiji bersubsidi tersebut, agar api bisa tetap ngepul didapurnya."Namun saya kaget susah sekali cari gas elpiji tiga kilogram dipasaran," ujarnya,Jumat (4 /1/2019).

Baca: Kondisi Ifan Seventeen Makin Memprihatinkan Sepeninggal Dylan Sahara Usai Tsunami Banten dan Lampung

Baca: Jangan Gembira Dulu! Lulus Seleksi CPNS 2018, Anda Tak Boleh Pindah Selama 10 Tahun, Ini Faktanya

Baca: Anda Lulus Seleksi SKB CPNS 2018 - Pemberkasan CPNS 2018 Dimulai 7 Januari, Ini Syarat-syaratnya

Lain lagi dengan Fitri, warga Jalan Badak Kelurahan Bukittunggal Kecamatan Jekanraya, Palangkaraya, yang mengaku tidak membeli gas elpiji di pangkalan, karena antre yang mebgular dalam beberapa hari ini.

"Saya berusaha di pangkalan, tetapi ga tahan, antrenya lama dan panjang, abis itu,harus membawa KTP atau kartu keluarga agar bisa dilayani. Ringkas saja aku beli gas elpiji yang nonsubsidi, banyak dijual dipengecer," ujarnya.(tur)

Karyawan SPBE di Palangkaraya Mogok Kerja

SALAH satu dampak hingga tabung gas elpiji tiga kilogram kosong di pasaran, diduga akibat pasokan ke pelanggan yang belum memadai, karena adanya aksi mogok kerja yang dilakukan karyawan yang bekrja di stasiun pengisian bahan balar elpiji (SPBE) di Palangkaraya.

Adietya, bagian pengawasan Dinas Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Kalimantan Tengah, mengakui, selama ini memang sempat terjadi lonjakan harga penjualan gas elpiji tiga kilogram di pasaran atau pengecer.

Dikatakan, sejumlah karyawan SPBE PT Tip Top di Jalan Tjilik Riwut km 38 sejak tanggal 1 Januari 2019 yang lalu melakukan aksi mogok kerja, sehingga kegiatan pengisian tabung gas sempat terhenti.

"Tapi, kami sudah dapat info dari sales representatif PT Pertamina, bahwa sedang dilakukan negosiasi dengan karyawan, mereka menuntut pembayaran gaji sedangkan sebagian tidak punya sertifikasi," ujarnya.

Menurut dia, pihak perusahaan masih menunggu tambahan karyawan yang sudah memiliki sertifikasi di perusahaan tersebut dan soal harga gas elpiji bersubsidi di pengecer yang melambung akibat terjadi kelangkaan.

Dia mengatakan, gas elpiji tiga kilogram memang tidak untuk dijual secara umum, atau di pengecer, karena pembelian dilakukan di pangkalan."Jika ada pangkalan yang menjual ke pengecer, maka akan ditindak dan izin pangkalan bisa dicabut," ujarnya. banjarmasinpost.co.id/faturahman

Penulis: Fathurahman
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved