Modus Peredaran Narkoba di Kalteng

Antisipasi Modus Baru Peredaran Narkoba Internasional, Belum Semua Kabupaten di Kalteng Dibentuk BNN

Makin maraknya peredaran narkoba di Kalimantan Tengah tidak lepas dari masih lemahnya pengawasan peredaran narkoba di Kalteng.

Antisipasi Modus Baru Peredaran Narkoba Internasional, Belum Semua Kabupaten di Kalteng Dibentuk BNN
tribunkalteng.com/faturahman
BNN Kalteng saat ekspos tangkapan sabu dari Pangkalanbun. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, PALANGKARAYA - Makin maraknya peredaran narkoba di Kalimantan Tengah tidak lepas dari masih lemahnya pengawasan peredaran narkoba di Kalteng. Padahal, ada daerah tertentu di Kalteng yang selama ini masuk zona merah.

Ini menjadi perhatian Gubernur Kalteng, H Sugianto Sabran yang meminta semua kepala daerah khususnya para bupati untuk sesegera mungkin membentuk BNN di Kabupaten.

Pasalnya dari 13 kabupaten dan satu kota di Kalteng, BNN baru ada di Palangkaraya dan Pangkalanbun sedangkan darah lainnya masih belum ada, dan sampai saat ini juga belum di bentuk.

Kepala BNN Kota Palangkaraya, M Soedja,i, mengatakan dalam melakukan pengawasan terhadap peredaran narkoba tersebut, mulai tahun 2018, pihaknya diberikan perluasan kewenangan pengawasan.

"Ada tiga daerah yang masuk pengawasan BNN Kota Palangkaraya ,selain Palangkaya kami juga diberikan tanggung jawab untuk mengawasi Katingan dan Gubungmas," ujarnya.

Baca: Modus Peredaran Narkoba Di Kalteng, Lewat Jalur Udara Terendus Beralih ke Jalur Darat

Baca: Pengiriman Narkoba Lewat Jalur Darat Lebih Efektif, Jaringan Malaysia Bisa Kirim Sabu Berkilo-kilo

Baca: Bandar Malaysia Gunakan Warga Lokal Kalteng Sebagai Kurir, Krim Sabu Lewat Jalur Tikus di Perbatasan

Sedangkan kabupaten lainnya yang belum ada BNN diawasi oleh BNN Kalteng." Kamu berharap semua kabupaten ada BNN sehingga bisa lebih mantap dalam melakukan pengawasan," ujarnya.

Jalur Darat Sulit Dideteksi

Pengalihan pengiriman narkoba yang awalnya melalui jalur udara lewat jasa ekspedisi beralih ke jalur darat dinilai lebih susah dideteksi oleh petugas.

Pengiriman narkoba lewat jalur darat ini dinilai lebih efektif, karena banyak jalan tikus yang bisa dipakai oleh kurir narkoba yang direkrut oleh bandar dari Malaysia.

Badan Narkotika Nasional (BNN) Kalimantan Tengah,  sempat mengamankan sebanyak lima orang tersangka kurir dan pengedar narkoba yang membawa sabu sebanyak 3 kilogram asal Malaysia.

Pelaku ditangkap secara berturut-turut sejak Sabtu (13/10 /2018) pukul 12.15 wib untuk tersangka SW (33) warga Kutai Kaltim,dan HR (38) Warga Bangkuang Samarinda, Kaltim.

Baca: Luna Maya Sindir Vanessa Angel? Mantan Reino Barack Tulis Ini Usai Geger Prostitusi di Surabaya

Baca: Tarif Prostitusi Online Vanessa Angel Diungkap Polisi Usai Penggerebekan Artis FTV di Surabaya

Baca: Permohonan Pacar Vanessa Angel pada Faye Nicole Jones Sindiran dalam Kasus Prostitusi Online Artis

Pada hari yang sama pukul 14.30 untuk tersangka RS, kemudian Minggu (14/10/2018) pukul 13.00 wib ditangkap MR (41) warga Jalan Murjani Palangkaraya, sedangkan untuk tersangka RS (38) Kelurahan Sampit, Kotim Kalteng ditangkap Selasa (16/10/2018) pukul 12.30 WIB.

Pelaku pengedar sabu saat diamankan oleh BNN Kalteng di Palangkaraya, Kepala BNN Kalteng dan jajarannya saat ekspos kasus tersebut di Kantor BNN Kalteng di Palangkaraya. (Tribun Kalteng/Fathurrahman)
Para pelaku ini mengaku mendapat bayaran dari bandar asal Malaysia, tetapi belum tau persis orangnya, sedangkan barang yang dibawa tersebut ingin di edarkan di Kalsel.

"Jumlah barang yang dibawa melalui jalur darat ini memang agak besar hingga berkilo-kilo, dan masuk lewat perbatasan Malaysia ke Kalbar hingga masuk juga ke Kalteng," ujar Kepala BNNP Kalteng,Lilik Heri S.

(banjarmasinpost.co.id/faturahman)

Penulis: Fathurahman
Editor: Elpianur Achmad
Sumber: Tribun Kalteng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved