Berita Kalteng

Kapal MT Namse Bangdzod Hilang, dari Sampit ke Tanjung Priok, Nasib 12 ABK & Nakhoda Tak Jelas

MT Namse Bangdzod,kapal tanker pengangkut minyak kelapa sawit atau Crude Palm Oil (CPO) hilang di laut jawa sesaat setelah bertolak dari Pela

Kapal MT Namse Bangdzod Hilang, dari Sampit ke Tanjung Priok, Nasib 12 ABK & Nakhoda Tak Jelas
(istimewa/Ditpolair Polda Kalteng)
Kapal MT Namse Bangdzod yang membawa 12 crew hilang diperairan laut jawa saat bertolak dari Sampit menuju Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, SAMPIT - MT Namse Bangdzod, sebuah kapal tanker pengangkut minyak kelapa sawit atau Crude Palm Oil (CPO) hilang kontak di laut jawa.

Kapal itu bertolak dari Pelabuhan Bagendang, Kecamatan Mentaya Hilir Utara, Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, tujuan ke Pelabuhan Tanjung Priok Jakarta, pada Jumat (28/12/2018).

Belum diketahui persis posisi kapal MT Namse Bangdzod yang memiliki 12 crew yakni seorang nahkoda dan 11 anak buah kapal (ABK) tersebut.

Namun, seperti surat resmi yang dilayangkan PT Petronusa Niaga Energi sebagai pemilik kapal kepada Ditpolair Polda Kalteng.

Dalam surat tersebut, diungkapkan, PT Petronusa Niaga Energi menjelaskan, Kapal berbendera Indonesia, tanda panggil PNLQ Type Motor Tanker, isi kotor kapal 1128 GT panjang kapal 75,15 meter.

Dalam suratnya, Budi Simbolon, Pimpinan PT Petronusa Niaga Energi melaporkan, kapal dalam perjalanan dari Pelabuhan (CPO) Bagendang (Sampit), diageni PT Pelayaran Surabaya Shipping Line.

Baca: Luna Maya Sindir Vanessa Angel? Mantan Reino Barack Tulis Ini Usai Geger Prostitusi di Surabaya

Baca: Permohonan Pacar Vanessa Angel pada Faye Nicole Jones Soal Sindiran di Kasus Prostitusi Online Artis

Baca: Cegah Peredaran Narkoba dengan Modus Baru, Kerjasama Antar BNN dan Polda Kalteng Makin Intensif

Baca: Pertanyaan Vulgar Baim Wong pada Nagita Slavina Saat di Jepang, Istri Raffi Ahmad Teriak Gila!

Berangkat, Jumat (28/12/2018) pukul 18.30 wita lalu menuju Pelabuhan Tanjung Priok - Jakarta yang diperkirakan akan tiba Minggu (30/12/2018).

Disebutkan, Selasa (1/1/2019) pihaknya memberitahukan kepada pihak agen terkait kapal tersebut telah mengalami hilang kontak, hingga tanggal 3 Januari 2019, kapal belum jelas keberadaanya.

Kapal tersebut, hingga , Senin (7/1/2019) belum juga diketahui keberadaanya, dan masih dalam tahap pencarian.

Hilangnya kapal tanker pengangkut CPO tersebut, ditanggapi Wakil Ketua Komisi B DPRD Kalteng, HM Asera, ada dua kemungkinan, yakni tenggelam dilaut akibat gelombang tinggi atau, akibat dirompak.

"Kita tunggu saja kabar selanjutnya dari instansi terkait," ujar H Asera.  (banjarmasinpost.co.id/faturahman)

Penulis: Fathurahman
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved