Berita Kalteng

Atasi Penggangguran, Sudah Saatnya Kalteng Kembangkan Industri Hilir Sawit Seperti di Gresik

Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah diharapkan lebih cepat dalam upaya membangun industri hilir untuk pengembangan hasil perkebunan kelapa sawit

Banjarmasinpost.co.id/Faturahman
Pekerja Perkebunan Kelapa Sawit di Kalteng banyak didatangkan dari Pulau Jawa, untuk tenaga buruh. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, PALANGKARAYA - Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah diharapkan lebih cepat dalam upaya membangun industri hilir untuk pengembangan hasil perkebunan kelapa sawit di Kalimantan Tengah.

Pengiriman hasil bumi berupa minyak kelapa sawit atau crude palm oil (CPO) ke luar negeri atau keluar Kalteng yang dilakukan oleh Perusahaan Besar Swasta (PBS) yang berinvestasi di Kalteng selama ini dinilai tidak menguntungkan.

Beberapa warga Kalimantan Tengah mengiginkan, agar investasi perkebunan besar swasta yang ada di Kalteng kedepannya diarahkan juga untuk membangun industri hilir atau membangun pabrik pengolahan minyak kelapa sawit dengan barang jadi.

Ini seperti yang dilakukan di gresik yang telah membangun pabrik pengolahan sabun, margarin, dan bahan jadi lainnya bukan mengirim bahan mentah, sehingga dampak positif juga warga Kalteng."Jika ada industri hilir tentu warga Kalteng bisa ikut bekerja," ujar Rizal, salah satu warga Kotim.

Baca: Doris Sylvanus Siapkan Tiga Dokter Ahli Tangani Wanita Tergemuk di Kalteng

Baca: Ini Pertimbangan Evakuasi Wanita Tergemuk di Kalteng Berbobot 350 Kg, Jebol Pintu Rumah!

Baca: Evakuasi Wanita Tergemuk di Kalteng Berbobot 350 Kg Ini Menunggu Keputusan Keluarga

Wakil Ketua Komisi B bidang Perkebunan dan Tambang DPRD Kalteng, HM Asera mengatakan, sudah saatnya Kalteng membangun industri hilir sawit sehingga tidak hanya menjual bahan mentahnya saja, agar banyak yang didapatkan.

"Sudah lama kita hanya menerima investasi perkebunan sawit, tetapi masih belum optimal dalam pembangunan pabrik pengolahan minyak kelapa sawit menjadi bahan jadi. Sudah selayaknya, saat ini investasi perkebunan sawit membangun industri hilir di Kalteng agar hasil yang didapat lebih optimal," ujar Asera.

Perbaiki Infrastruktur

MASALAH yang dihadapi para pegusaha perkebunan besar kelapa sawit di Kalteng selama ini, adalah karena belum optimalnya penyediaan infrastruktur pendukung bagi pengembangan industri hilir di Bumi Tambun Bungai.

Itu sebabnya, sampai saat ini investasi sawit hanya berkutat pada pengiriman CPO ke luar negeri. Padahal, jika ditelisik lebih jauh hasil yang didapat Kalteng jauh lebih kecil jika dibanding menjadikan hasil kebun sawit tersebut dengan barang jadi.

Gubernur Kalteng, H Sugianto Sabran, sempat membicarakan masalah ini dengan mengumpulkan para pengusaha perkebunan kelapa sawit, dan meminta agar ada industri hilir dibangun di Kalteng , dan semua pengusaha menyiapkan lahan membangun pabrik.

Baca: Pengacara Zakir Ungkap Vanessa Angel Cabut Dirinya, Siapkan Pengganti Bela Kasus Prostitusi Online

Baca: Live Streaming Manchester City vs Burton via Live Streaming TVRI Carabao Cup (Piala Liga Inggris)

Bukan hanya itu, Gubernur Kalteng bahkan merancang dua pelabuhan Samudera di Kalteng untuk mendukung pengembangan industri hilir tersebut.

"Akan dibangun pelabuhan samudera di Kotim dan Katingan, agar bongka muat barang bisa lebih lancar untuk kapal tonase besar," ujarnya. banjarmasinpost.co.id/ faturahman

Penulis: Fathurahman
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved