Berita Kotabaru

Jembatan Penghubung Enam Desa ke Kecamatan Pamukan Selatan Rusak, Ini Harapan Warga

Memprihatinkan. Mungkin ungkapan yang pas untuk kondisi jembatan 3 terletak di perbatasan desa Tanjung Samalantakan.

Jembatan Penghubung Enam Desa ke Kecamatan Pamukan Selatan Rusak, Ini Harapan Warga
warga untuk Banjarmasinpost.co.id
Kondisi jembatan pascaperbaikan warga secara bergotong royong di Pamukan Selatan. Jembatan hanya bisa dilalui roda dua dan mobil kecil tanpa muatan. 

BANJARMASINPOST.CO.ID,KOTABARU - Memprihatinkan. Mungkin ungkapan yang pas untuk kondisi jembatan 3 terletak di perbatasan desa Tanjung Samalantakan, Pamukan Selatan.

Jembatan itu juga sekaligus akses penghubung enam desa dengan ibu kota kecamatan (Tanjung Samalantakan), Pamukan Selatan.

Agar bisa dilalui kendaraan warga di tiga desa, beberapa lalu bergotong royong melakukan perbaikan kondisi kontrumsi jembatan. Namun, ketebatasan material dan peralatan dimiliki. Pekerjaan hanya dilakukan seadanya, cuma bisa dilalui mobil kecil tanpa muatan.

Terpaksa dilakukan karena dari empat buah jembatan, jembatan 3 paling parah kerusakannya. Selain akses penghubung warga satu-satunya untuk ke kecamatan.

Selain jembatan juga menjadi urat nadi menggeliatkan perekonomian masyarakat setempat, terlebih mereka yang bergantung dengan akses fasilitas umum.

Baca: Hasyim Tembak Sang Kekasih Lalu Tembak Kepala Sendiri di Kamar Hotel, Diduga Gara-gara Asmara

Baca: Sikap Presiden Jokowi Saat Menjenguk Ustadz Arifin Ilham, Lihat Juga Ketika Anies Baswedan Jenguk

Baca: Kronologi Lengkap & Video Viral Penangkapan Mantan Ketua DPRD Surabaya oleh Kejari Surabaya

"Ya, segitulah kondisinya. Seadanya," kata Inggil salah satu tokoh masyarakat desa Tanjung Semalantakan kepada banjarmasinpost.co.id, Rabu (9/1/2019).

Diakui Inggil, pascaperbaikan dilakukan secara gotomg royong. Jembatan sangat jauh dari refresentatif, karena penanganan hanya bersifat seadanya.

Selain kendaraan roda dua dan mobil kecil tanpa bermuatan, tidak transportasi bisa melintas di atas jembatan tersebut.

"Mudah-mudah cepat ada perhatian pemerintah daerah," jelas Inggil dengan nada penuh harapan.

Terpisah, ironis sudah hampir sepekan pascakegiatan gotong royong dilakukan warga. Namun hingga sekarang tidak ada reaksi pemerintah daerah baik legislatif, terlebih eksekutif atau dari instansi terkait.

Halaman
12
Penulis: Herliansyah
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved